9.11.11

MJ - Dari Masyarakat Berlapis ke Masyarakat Industri

APAKAH MASYARAKAT KAPITALIS = MASYARAKAT INDUSTRI?
- Tidak, dalam masyarakat kapitalis pasti ada industri tetapi masyarakat industri belum tentu kapitalis. Pada negara2 sosialis pun terdapat industri namun dengan pengaturan yang berbeda.
- Ciri2 kapitalis adalah:
   - siapapun yg memiliki modal bebas berusaha
   - diakuinya hak milik perorangan/swasta (Privateigentum)
   - yang berkuasa/menonjol dan menguasai industri adalah swasta
   - tidak ada ketergantungan dengan keturunan spt pada feodalisme.
- Kebalikannya, pada masyarakat sosialis tidak diakui hak milik swasta, semua adalah milik bersama atau negara. Industri dikuasai oleh negara sehingga pendirian usaha harus atas izin negara.

CIRI-CIRI MASYARAKAT INDUSTRI

  • Terjadi urbanisasi
  • Peralihan sektor agraris ke industri
  • Fungsi dan kedudukan keluarga digantikan oleh institusi2 sosial dan aparatur negara
  • Masyarakat diatur oleh negara (birokratisasi)
  • Adanya pembagian pekerja (pegawai negeri, pegawai swasta dan buruh)
APA SAJA PERUBAHAN YANG TERJADI DALAM MASYARAKAT INDUSTRI?
1. Urbanisasi
    - penduduk desa pindah ke kota karena kehidupan di kota lebih baik dan maju (pendapatan lebih besar).
    - budak2 yg terikat tuan tanah melarikan diri ke kota mencari kebebasan (Stadtluft macht frei)
    - gilda2 berubah menjadi industri dgn kondisi kerja yg lebih bebas dan fasilitas yang lebih baik.
2. Agraris --> Industri
    - urbanisasi menurunkan bidang pertanian karena para petani beralih menjadi buruh di kota
    - namun produksi pertanian membaik karena adanya intensifikasi pertanian
    - jumlah petani yang semakin sedikit mendorong penggunaan traktor atau mengimpor dari negara lain.
3. Buruh
    - petani yang berurbanisasi menjadi buruh di kota
    - buruh menjadi golongan yang paling menderita karena hanya menjual tenaga dan sangat tergantung dengan pemilik usaha/pabrik, seringkali keselamatan kerja tdk dijamin dan diperlakukan semena2
    - pada akhir abad ke 19 mulai muncul serikat2 buruh yang berusaha memperjuangkan hak2 mereka.
4. Konflik Sosial
    - konflik vertikal: bangsawan vs petani ---> konflik horisontal: pemilik usaha vs buruh
    - peran pemerintah di sini harusnya sebagai fasilitator dan penengah bagi pertentangan pemilik usaha dan buruh, bukan mendukung salah satu pihak.
    - perlu juga adanya UU dan asuransi yang melindungi pihak yg lebih lemah.
5. Perbedaan Sosial
    - jumlah buruh semakin banyak
    - pengrajin, petani dan pengusaha kecil yang terlibat semakin kecil --> beralih jadi jabatan2 baru di birokrasi dan industri2 jasa
    - kemelaratan terjadi di awal industrialisasi namun kemudian standar hidup meningkat

APA KEKHASAN DALAM INDUSTRIALISASI DI JERMAN?

  • tidak mementingkan bidang ekonomi dan industri melainkan militer
  • bukan untuk kesejahteraan rakyat tetapi pembangunan kekaisaran Jerman
  • masih menganut feodalisme dan absolutisme
  • industri2 berat wajib membayar pajak
  • peraturan diatur bangsawan dan pengusaha
  • bangsawan tetap pada posisinya (tingkat teratas piramida kelas sosial) --> di Inggris dan Prancis kelas bangsawan melebur dengan kelas menengah (Burgertum), absolutisme/feodalisme dihancurkan.
BAGAIMANA PERUBAHAN PIRAMIDA KELAS SOSIAL DARI MASYARAKAT PRA- KE MASYARAKAT INDUSTRIALISASI?

Masyarakat praindustrialisasi terdiri dari 3 kelas yaitu bangsawan/rohaniawan, kelas menengah (pedagang, pengrajin, dll.) dan petani/budak. Piramida ini statis dan terikat pada keturunan karena dianggap kehendak Tuhan.
Masyarakat industrialisasi memiliki piramida yang berbeda. Pada posisi teratas adalah kelas atas (kaum jetset) yang nyaris tidak tersentuh lagi dan jarang terlihat. Hanya sedikit dari kelas bangsawan di piramida sebelumnya yang tersisa dan masuk ke kelas ini. Kelas menengah (Mittelsicht) terbagi menjadi 3 (unter, mittel dan hoch) yang tergantung dari besar penghasilan yang diperoleh. Sebagian besar masyarakat dari 3 kelas di piramida sebelumnya masuk ke kelas ini dan mereka menjadi pilar masyarakat industri. Sementara itu kelas yang terbawah terdiri dari masyarakat yang belum memperoleh pendapatan atau pengangguran, misalnya anak2, pengangguran, pengemis, dll. Tolok ukur piramida industrialisasi adalah pendapatan yang diperoleh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar