Tampilkan postingan dengan label pertanyaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanyaan. Tampilkan semua postingan

7.9.12

Siapa Menyepakati?

Sebenarnya ini sebuah pertanyaan yang muncul di otak saya kemarin, ketika baru keluar dari kelas Semantik Pragmatik. Waktu di dalam kelas pertanyaan ini udah muncul, tapi bingung mau nanya gimana. Hal ini berkaitan dengan bahan kajian mata kuliah semantik, yaitu tanda secara umum dan tanda bahasa. Ibu dosen menjelaskan bahwa ada banyak hal yang dapat digolongkan sebagai tanda, misalnya: benda, rambu-rambu, kata, gambar, warna, dll. Pada intinya yang diperlukan sesuatu itu untuk menjadi sebuah tanda adalah adanya kesepakatan bersama dari orang yang melihatnya bahwa sesuatu tersebut menyiratkan suatu makna.

Banyak hal telah disepakati masyarakat sebagai tanda. Contoh yang kemarin sempat disebutkan juga misalnya warna putih sebagai simbol kesucian atau kebersihan dan warna hitam sebagai simbol duka, kesedihan dan kegelapan atau kejahatan. Sebenarnya saya bingung, siapakah orang-orang yang "menyepakati" tanda-tanda ini? Siapa yang bilang kalau putih itu simbol kesucian dan hitam adalah simbol kegelapan/kejahatan? Jika tanda itu sudah disepakati sejak lama oleh masyarakat yang lampau, apakah masyarakat atau generasi yang hidup sekarang boleh tidak sepakat atau harus menuruti apa yang sudah ada? Atau lebih ekstrim lagi, bolehkah saya tidak sepakat dengan makna tanda tersebut? Bagaimana kalau saya berpikir bahwa baik warna putih dan hitam itu sama saja? Bagaimana jika saya berpikir bahwa hitam itu lebih indah daripada putih? Bagaimana jika saya memberi arti yang berbeda dari orang-orang kebanyakan? Apakah berarti saya salah? :c

Ada yang bisa bantu? :)

3.12.11

Tentang Bahasa Jerman

Gara-gara bahasan kelas Modernisasi Jerman minggu lalu, gue jadi punya pertanyaan:


  • Kalau bahasa Jerman baru ada ketika Grimm bersaudara mengeluarkan kamus pertamanya (sekitar abad 18-19, era Romantik) maka mengapa bahasa2 sebelumnya disebut sebagai "Althochdeutsch", "Mittelhochdeutsch" dan "Neuhochdeutsch" (Deutsch = bahasa Jerman)? (-.-)a
  • Kata ibu dosen, bahasa Jerman dulu bukan bahasa resmi untuk tulisan tetapi bahasa pasar atau percakapan. Jadi untuk menulis sastra dipakai bahasa Latin dan buku2 pengetahuan dalam bahasa Perancis. Tetapi mengapa sastrawan2 abad pertengahan seperti Walther von der Vogelweide dan Gottfried von Strassburg, bahkan naskah2 kuno seperti Nibelungenslied dan Hildebrandslied memakai bahasa Mittelhochdeutsch yang tertulis? (-.-)a
hayo hayo...?? Ini bisa jadi bahasan skripsi nggak yah? hihihii...:P