6.3.13

Supersekip

Ya, pada hari ini gue akan menceritakan pengalaman yang baru saja gue alami. Sebuah pengalaman yang tentang gue yang supersekip sampai terpaksa menelan kerugian jutaan dolar (eh lebay ding, gak sampai segitu juga hahaha...). Pertama-tama akan gue jelaskan dulu istilah "supersekip". Supersekip berasal dari 2 kata bahasa Inggris, yaitu super, yang berarti sangat, dan skip yang sebenarnya berarti terlewat atau melewati. Kata skip di lidah banyak orang saat ini diserap menjadi sekip yang kira-kira artinya tidak teliti, tidak memperhatikan sehingga melewatkan sesuatu yang penting atau melakukan kesalahan. Nah.., karena yang gue alami ini supersekip jadi hal itu adalah sesuatu yang parah!

Jadi begini sodara-sodara, perlu diketahui sebelumnya bahwa gue baru saja memenangkan hadiah bulanan sebuah lomba posting mimpi (serius ini, posting mimpi!) dari EF yang roman-romannya sih gadget. Karena kebetulan gue memang sedang butuh HP baru yang bisa internetan untuk kelas TJI, jadi gue pun bersemangat menanti dengan penasaran si hadiah ini. Kemarin malam gue baru menerima sebuah e-mail dari institusi penyelenggara lomba tentang mekanisme pembelian hadiah. Di situ tertulis bahwa hadiah bisa diambil di EF cabang Tebet pada hari Rabu. Wow, gue langsung melotot ketika membaca jamnya, Pk 11.00! Astaga itu kan gue lagi kelas. Hmm.. perlu dicatat lagi bahwa gue sebenarnya anticabut. Bukan karena sok rajin, tapi karena gue malas susulan tugas atau ketinggalan materi yang bikin bingung di pertemuan selanjutnya. Alhasil gue memutar otak bagaimana caranya gue bisa ambil hadiah hari ini tapi tetap kuliah semaksimal mungkin. Setelah diskusi dengan nyokap yang akhirnya mengizinkan gue cabut satu matkul, gue pun menyusun rencana. Pagi-pagi gue akan masuk sesi 1 dari jam 8-10, izin kelas sesi 2 yang jam 10-12 dan balik ke kampus lagi buat kelas sesi 3 yang jam 1-3. Gue putuskan untuk kirim sms minta izin ke dosen native sesi 1 pagi-pagi sebelum berangkat. Di tengah jalan gue berpikir ulang, karena sejujurnya gue lebih gak rela melepas kelas bahasa Jerman bersama native speaker, karena belajar dengan native speaker selalu lebih seru. Akhirnya gue putuskan untuk izin di jam terakhir aja, biar gue juga nggak bolak-balik ke kampus. Lagipula gue paling cuma rugi 1 jam karena biasanya kelas yang sesi 3 cepat bubarnya.

Sembari menunggu kereta yang hari ini gak tau kenapa juga lambreta lambada banget, gue telepon contact person penyelenggara lomba (ibu W) yang waktu itu menghubungi gue. Gue bermaksud laporan kalau gue baru bisa ambil hadiahnya jam 2 siang. Eh, sialnya Ibu W belum datang dan kata mbak resepsionis (atau sekretarisnya?), pesan gue bakal disampaikan. Gue tunggu balasan sampai jam 10 (karena katanya Ibu W baru datang jam segitu) gak ada balasan. Tanpa berpikir panjang, setelah sesi 2 berakhir gue langsung buru-buru ngejar kereta buat ambil hadiah. Beruntung gue dapat kereta tidak lama setelah gue beli tiket. Sampai Kalibata, gue ganti taksi. Karena mengantisipasi macet, akhirnya gue minta dia lewat jalan tikus. Dalam setengah jam gue sampai di tempat tujuan.

Di sana gue langsung menemui resepsionis buat konfirmasi pengambilan hadiah. Lalu terjadi percakapan sbb:
Gue: Siang, Mbak, saya yang kemarin menang lomba Gomakehistory, saya mau ambil hadiah hari ini.
        Harusnya jam 11 tadi tapi saya sudah konfirmasi ke Ibu W bakal telat.
Mbak Resepsionis: Siang, oh, hadiah apa ya? Konkretnya bentuk apa?
Gue: Wah, saya nggak tahu juga Mbak, gak dikasih tahu sama Ibu W.
Mbak Resepsionis: Ada bukti pemenangnya nggak?
*gue ngasih fotokopi KTP dan mbak itu bingung*
Mbak Resepsionis: maksudnya pemberitahuan sebagai pemenang.
Gue: Oh, ada di email
Mbak Resepsionis: Ya udah coba dibuka emailnya di sini *nyodorin komputer ke gue*

Gue pun cepat2 browsing email dan membuka email dari Ibu W. Sesuatu yang gue sekip itu sebenarnya terpampang jelas di sana dan gue bahkan belum ngeh sampai waktu itu! Anehnya, Mbak Resepsionis juga gak ngeh, dan dia dengan santainya print screen email itu buat bukti. Habis itu dia masuk ke ruangan kantornya. Gue menunggu dengan gaje sambil ngebayangin hadiah apa yang bakal gue dapat. Lalu Mbak Resepsionis balik lagi dan memanggil gue sambil menyodorkan hasil print email tadi.

Gue: Jadi gimana, Mbak?
Mbak Resepsionis: Iya betul, Mbak memang memenangkan hadiah ini. Tapi *terus dia nunjuk bagian yang gue sekip itu* hadiahnya belum sampai sini. Hadiahnya kan baru bisa diambil TANGGAL 13 MARET 2013, sekarang baru tanggal 6, jadi masih minggu depan, Mbak.
Gue: *diam mematung* *dalam otak langsung mengkalkulasi kerugian yang gue derita: cabut kelas dan bayar taksi*

Akhirnya gue pun mengucapkan terima kasih pada Mbak Resepsionis dan berjalan keluar dengan otak yang terus-terusan bilang: "supersekip banget sih lo!" pada diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar