4.3.13

Ternyata Mereka Begitu...

Hari ini gue baru saja menyaksikan suatu kejadian yang sangat tidak mengenakkan. Kejadiannya sederhana sih, perselisihan antarteman. Biasa saja 'kan di dunia perkuliahan? Yang jadi tidak biasa adalah karena dari situ gue tersadar akan sesuatu yang ada di belakang "kedamaian" yang selama ini gue lihat setelah ditutupnya tahun 2012 kemarin dengan peristiwa yang sangat amat tidak mengenakkan.

Gue masih ingat betul akhir tahun 2012 yang ditutup dengan semacam forum. Di forum itu setiap orang boleh mengutarakan perasaannya terhadap orang lain di depan seluruh peserta forum (teman-teman seangkatan). Sebetulnya tradisi ini sudah ada sejak zaman gue SMA dan terbilang cukup sukses. Permasalahannya adalah, ketika forum SMA dulu, kelas gue cuma ada 18 orang dan rata-rata mereka punya kelompok pertemanan masing-masing sehingga tidak ada satu pun anak yang diserang secara tunggal (kecuali satu peristiwa yang memang sudah keterlaluan dan sepertinya tidak perlu dibahas lagi di sini karena yang bersangkutan pun akhirnya minta maaf dan berbaikan :)). Nah, di sini forumnya betul-betul kejam. Seseorang bisa diserang secara tunggal di depan satu angkatan sendiri, dibongkar segala kesalahan dan kejelekannya yang belum tentu melibatkan secara langsung semua orang di ruangan itu. Bahkan bisa saja kesalahan yang disebut tentang orang itu adalah kekesalan personal seorang temannya secara pribadi dan bukan untuk konsumsi publik. Akibat forum itu, kita seperti menelanjangi dan ditelanjangi satu sama lain. Kita seperti dibongkar dan dikorek-korek kesalahannya sehingga semua orang seolah menjadi berpikiran yang sama dengan satu orang yang punya masalah tadi. Yah, awalnya gue berpikiran begitu.

Tapi pada akhirnya gue mencoba melihat sisi positif forum itu. Sebelum mulai, pemimpin forum mengatakan bahwa apa yang terjadi di sini berakhir sampai di sini saja, setelah itu kita semua akan memulai awal yang baru. Gue juga mencoba tidak menghakimi dan berprasangka terlebih dahulu pada semua orang. Gue yakin lebih banyak orang di ruangan itu yang cenderung tidak peduli dan pemaaf, terutama orang-orang yang sebenarnya tidak terlibat langsung dan hanya ikut mendengar saja. Di forum itu gue juga dapat pengalaman positif melihat sisi baik dari orang-orang yang sebelumnya sudah dilabeli "buruk". Ya..begitulah..., pada saat itu gue rasa forum cukup berhasil dan tidak buruk.

Sampai ketika gue melihat kejadian pada hari ini. Latar belakang permasalahannya adalah seorang teman yang sebelumnya mendapat cap "buruk" itu (sebut saja Z) lupa membawa tugas yang diserahkan padanya dan harus dibawa hari ini dengan alasan waktu pengerjaan tugas yang tidak buruk. Akibat tugas yang lupa dibawa itu, kami sekelompok tidak bisa memulai mengerjakan keseluruhan tugas lebih awal. Seorang teman lain di kelompok itu (sebut saja P) menanyakan pada Z tentang tugasnya. Pada awalnya Z bersikap santai, namun lama-kelamaan nada jawabannya meninggi dan terkesan marah. Karena gue di situ juga, gue pun melihat sendiri bahwa memang Z sepertinya marah. P pun buru-buru meminta Z untuk bersikap santai dan menekankan bahwa tidak ada yang memarahi dia. Z keluar kelas dengan masih berbicara beberapa hal yang membuat P dan seorang teman lain bernama Y kesal. Setelah didiskusikan, akhirnya kita sepakat untuk mengerjakan tugas yang tadinya menjadi tanggung jawab Z tetapi nanti Z tetap harus membayar ganti rugi materinya. Z setuju dan berlalu pergi.

Masalah selesai? Ya, buat gue, tapi tidak untuk mereka. Mereka masih lanjut saja membicarakan Z. Beberapa teman di luar kelompok kami pun diajak bergabung untuk mendengar cerita tentang Z. Gue ada di situ juga, sehingga mendengar dengan jelas segala hal yang dibeberkan di meja itu (yang sayangnya harus pula didengar orang-orang lain di luar kelompok yang bahkan tidak ada hubungannya sama sekali). Tragisnya, pemimpin forum pun ikut membicarakan. Syukurlah tadi dia sempat bertemu Z dan mengingatkannya. Tapi tentu saja bukan hanya Z yang harusnya diingatkan. Mengapa?

Bukankah tadi penyelesaian telah disepakati dan Z sudah pergi dengan mengiyakan ganti rugi materi? Kenapa kesalahan yang dibuatnya masih diungkit dan dibeberkan pada yang lain yang tidak ada hubungannya? Gue tidak membela Z, karena gue ada di tempat ketika Z tiba-tiba marah. Menurut gue, cara menjawab Z tidak tepat dan bisa memicu kesalahpahaman. Gue maklum jika P dan Y kesal mendengar jawaban Z, tapi ketika kemudian keburukan Z dibeberkan pada orang-orang lain setelah penyelesaian masalah disepakati, apakah hal itu benar? Saat itu juga gue teringat pada forum pada akhir tahun lalu. Jangan-jangan hal yang sama terjadi di belakang setelah forum itu berakhir. Semua kesalahan orang dalam forum itu masih dibicarakan dan disimpan dalam benak semua orang yang hadir di sana? Ah, sepertinya permasalahan di antara kita bukanlah keberadaan mereka yang dicap "buruk" ini, melainkan mereka yang kurang mampu untuk menahan diri tidak menceritakan beberapa hal yang tidak seharusnya jadi konsumsi semua orang. Kesalahan orang lain tidak untuk disebarkan kepada orang yang tidak ada hubungannya. Ya, seharusnya begitu. Kalau tidak, forum pun tidak akan berguna, karena justru akan membuat perpecahan dan beberapa orang semakin dikucilkan dan dicap "buruk".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar