20.8.11

Langit dan Bumi


Cintamu pada langit seperti cintaku pada bumi
Langit yang tak terjangkau
dan bumi antah berantah
Langit paling puncak 
dan bumi yang terujung

Rindumu pada langit seperti rinduku pada bumi
Langit yang megah
dan bumi yang indah
Langit yang agung
dan bumi yang permai

Setiap kali kau memikirkan langit
maka aku akan memikirkan bumi
Kau tiada terpisah dengan langit,
karena ia kedamaian
Aku tak ingin terpisah dari bumi,
karena ia kebebasan

Langit cemburu padaku,
jika aku bersamamu
Dan bumi tak menyukainya,
kau menginjak tubuhnya

Jika suatu hari kau pergi dariku untuk langit,
aku akan meninggalkanmu untuk bumi.



by LV~Eisblume
10.08.11

Maka berpeganganlah pada cinta kita, kekasih,
sampai langit dan bumi memisahkan kita
For the future...

Hitam Putih


Jika aku hitam maka aku akan tetap hitam
Jika aku putih maka aku akan tetap putih
Jika kau benci hitam, atau kau tak suka putih
maka sekalipun aku putih aku tetap hitam dan
sekalipun aku hitam aku tetap putih.


by LV~Eisblume
11.08.11
for me, in your eyes...

8.8.11

Khayal

Kau tahu apa itu khayal?
Ia seperti dekapan eratmu,
demikianlah khayal itu

Kau tahu apa itu berkhayal?
Membayangkan sentuhan lembutmu,
itulah berkhayal

Kau tahu apa itu khayalan?
Dua telapak yang bersentuhan,
Lenganmu yang mendekap erat
Kecupan lembut selamat malam
semuanya khayalan...
ya, khayalan...

Ah, toleransi itu memang tidak mudah..
tapi ia indah.


By LV~Eisblume
08.08.11
for the experience...and the beautiful tolerance..

28.6.11

Aku Ingin Kita

Aku tak ingin kita seperti air dan api
Air mematikan api dan api menguapkan air
Aku tak ingin kita bagai minyak dan air
Berjalan seiring tak kunjung berpadu
Aku tak ingin kita jadi bulan dan mentari
Selalu ada namun tak pernah bertemu
Aku ingin kita laksana kopi dan susu
Bercampur manis membangkitkan inspirasi
Kita bukan yin yang nan seimbang
Atau busur pelangi yang sejajar
Kita bukanlah perbedaan setara,
Yang berjalan seiringan
Kita beda yang melebur
Jadi satu yang baru lagi indah

29.06.11
by LV~Eisblume
fuer unsere Beziehung <3

27.6.11

Romantische Ironie

Walau ia sebuah jurang yang ditumbuhi rumpun bunga,
namanya tetap jurang
Dan aku telah berguling-guling di tengah bunga bunga itu
Jatuh begitu dalam hingga puncaknya begitu jauh
Basah oleh darah merah yang rasanya tak asin lagi namun tawar
Bercampur wangi bunga mekar memandikan tubuhku
dalam jurang berselimut warna-warna musim semi


Aku tahu betul benda itu pisau dan ia berujung tajam
Tapi kilaunya di bawah sinar malam memantraiku
membuatku menyentuhnya, meremasnya dengan jari-jariku
menggenggamnya sampai ujungnya masuk dalam kulitku
Sakitnya tak lagi terasa karena berulang kali sudah aku lakukan
Hanya ada darah merah mengalir bersama derita-derita manis


Kata orang aku bodoh. Biarkan kata orang!
Jurang dan pisau itu caraku menemukan bahagia
Benda-benda itu caraku merasa dicinta
Walau sesaat, setidaknya aku pernah bahagia




28.06.11
by LV~Eisblume
It happened too often until the sorrow become sweet sweet sorrow :')

5.6.11

Alptraum

Aku
Kamu
Rumah besar itu
Kosong dan sepi
Pohon-pohon rindang berpenghuni


Aku
Kamu
Bersama
Aku di jalan itu
Datang seseorang
Dia ungkapkan cinta
Pelukan
Ciuman
Paksaan
Aku tak ingin
Aku punya kamu


Aku ingin cerita
Kamu tidak ada
Kamu menghilang
Aku sendiri
Bersama rumah besar
Kosong dan sepi
Bersama pohon-pohon rindang


Aku ingin kamu
Kabut malam ini telah mengambilmu...


By LV~Eisblume
05.06.11
for the nightmare...

1.6.11

Renungan Isolde

Jika memang saya
Ditakdirkan untuk minum dari piala
Yang sama dengannya
Yang mengikat hati dengan janji
Mengapakah saya harus
Dimenangkan untuk orang lain?

Jika memang saya
Ditakdirkan untuk jadi bayangan cerminnya
Yang lekat padanya
Yang tak terpisah ke mana melangkah
Mengapakah saya harus
Dipersembahkan bagi sang raja?

Jika memang saya
Ditakdirkan untuk bersatu dengannya
Hanya dalam mati saja
Mengapakah saya harus
Hidup sekian tahun lamanya?

Jika memang saya
Ditakdirkan untuk tak jadi pemiliknya
Mengapa saya harus
Dibuat menginginkannya?

By LV~Eisblume
01.06.2011

Tannhäuser

Wartburg bei Eisenach adalah saksi
Persembahan cinta untuk Elisabeth
Cinta menggebu penuh gelora nafsu
Tak lembut nan halus tanpa percik sensasi
Cinta dalam syair-syairnya
Dilagukan dalam denting kecapi
Biarlah semua mata memandang
Mencampakkan dirinya dalam tuduhan dosa tak terampuni
Hingga beratus-ratus kilometer ke Roma
Dan ketika tongkat sang Paus berbunga
Ia telah memilih bersama Venus
Mempersembahkan cinta penuh gelora nafsu
Di atas puncak Horselberg


By LV~Eisblume
07.03.11

29.5.11

Nachtalb dan Fenomena "Ketindihan"

Oke, postingan horor lagi nih... pernah nggak di antara kalian ada yang waktu lagi tidur dan mimpi buruk tiba-tiba nggak bisa gerak atau bahkan nggak bisa nafas. Kalian mau teriak minta tolong aja nggak bisa, karena mulut kalian nggak mau kebuka, atau kebuka tapi nggak ada suaranya. Sampai orang yang tidur di sebelah kalian sadar kalian agak aneh terus berusaha membangunkan kalian dan akhirnya fenomena aneh itu berakhir. Secara ilmiah hal ini namanya sleep paralyze. Semacam kelumpuhan mendadak di kala tidur. Kebetulan gw nggak tau banyak soal versi ilmiahnya, jadi gw nggak tau apa penyebabnya secara ilmiah. Kita yang masih percaya takhayul atau Aberglaube menyebut fenomena ini dengan "ketindihan". Entahlah apa yang menindih kita sampai nggak bisa gerak dan nggak bisa nafas pokoknya itu semacam makhluk halus yang hiiii... Intinya gara-gara fenomena ini kalau kita nggak segera disadarkan bisa benar-benar lewat.

Nachtmahr, by Johann Heinrich Fuessli

Dalam bahasa Jerman, "mimpi buruk" disebut Alptraum atau Albtraum (berasal dari bahasa Althochdeutsch, dan bisa ditulis dengan 'p' maupun 'b'). Kemudian fenomena semacam ini disebut Nachtalb. Bangsa Jerman kuno atau yang masih percaya dengan Aberglaube rupanya percaya pula dengan fenomena ketindihan ini. Makhluk yang menindih kita ketika tidur ini disebut Mahr (maka itu dikenal pula sebutan Nachtmahr yang menjadi asal kata Nightmare dalam bahasa Inggris). Mahr berkendara dengan kuda dan menyusup pada malam hari lewat lubang kunci atau lubang kecil di dinding rumah berupa semacam benda hitam kecil yang kemudian berubah wujud menjadi sosok manusia atau hewan yang menindih orang yang sedang tidur hingga mengalami ketakutan, mimpi buruk dan kesulitan bernafas. Kadang-kadang ia suka memainkan rambut orang yang sedang tidur sehingga ketika bangun tiba-tiba orang tersebut mendapati rambutnya telah terikat-ikat dan kusut.

Apakah atau siapakah Mahr ini sesungguhnya? Ada beberapa kepercayaan pada masyarakat Germania dan Nordic kuno berkaitan dengan Mahr ini. Ada yang mengatakan, Mahr ini adalah makhluk kesepian seperti Werewolf namun sosoknya adalah wanita, dan umumnya ia akan melakukan hubungan seksual dengan pria yang ditindihnya. Semacam karakter yang erotis gitu. Dikatakan bahwa Mahr ini adalah sosok wanita yang dikutuk sehingga rohnya dapat berjalan-jalan sendiri saat tidur tanpa disadari dan kemudian menghantui orang-orang yang sedang tidur. Namun ada pula yang berpendapat bahwa Mahr adalah para penyihir yang berubah menjadi hantu atau sosok lainnya dan menyebarkan penyakit, kemalangan di beberapa wilayah Skandinavia. Ia juga dapat datang dalam sosok hewan seperti kodok, kucing, anjing, bahkan lebah. Pada abad pertengahan, Mahr dipercaya sebagai arwah orang yang sudah meninggal atau roh-roh penunggu hutan dan gunung seperti elf atau dwarf. Ada pula orang yang mengasosiasikan Mahr sebagai wujud lain dari Odin atau Frigga (Frau Holle).

Secara ilmiah, hal ini memang sudah dapat dijelaskan. Namun, kebanyakan orang percaya pada Aberglaube. Entahlah mana hal yang benar di antara keduanya.

23.5.11

PKJ: Frauen in Romantik und Die Schlesische Weber

FRAUEN IM ROMANTIK
- pada masa ini pengarang2 wanita yg berintelektualitas tinggi, kritis terhadap politik dan minat pd sastra mulai bermunculan.
- Sebelumnya mereka menerbitkan karya di bawah nama suaminya atau secara anonim
- Wanita mulai mendapat kebebasan utk mengikuti keinginan hatinya, memilih jodoh sendiri, cth: Effi Briest.
- Pengarang2 wanita yg terpenting adalah:
1. Dorothea Schlegel
- Istri dari Friedrich Schlegel dan putri dari filsuf Moses Mendelssohn
- Tinggal bersama suaminya di Jena dan Paris
- Karyanya: Florentin (1801)
2. Karoline Schlegel-Schelling
- Istri dari August Wilhelm Schlegel dan Wilhelm von Schelling
- Bersama suaminya menerjemahkan banyak karya Shakespeare
- Membentuk sebuah perkumpulan (Zirkel) di Jena yg beranggotakan seniman2 dan filsuf.
3. Rahel Varnhagen von Ense
- Pelopor kultur salon di Berlin, mendirikan sebuah Zirkel di Berlin
- Seorang penulis, namun karya2nya sulit diterima karena ia seorang Yahudi
- Sumbangan terbesarnya: kultur salon di Berlin, kumpulan surat2 dengan teman2nya yg didokumentasikan dan berisi diskusi serta pemikiran2nya yg memiliki orisinalitas dan kritis.
4. Bettina von Arnim
- Pengarang wanita yg terpenting di era Romantik
- Saudara dari Clemens Brentano dan istri Achim von Arnim
- Berkarya setelah suaminya meninggal
- Memiliki keberanian mengkritik: siapa yg lebih jahat, pencuri yg mencuri krn lapar? Atau negara yg membuat kondisi pencuri spt itu?
- 1844 menerbitkan Armenbuch -à jadi korban sensor
- Menulis karya yg berupa seolah2 percakapannya dengan Goethe yg berisi ide2nya ttg kondisi sosial politik di Jerman yaitu: Goethes Brieffessel mit einem Kind dan Dies Buch Gehoert dem Koenig.
- 1840 menerbitkan biografi teman pengarangnya, Karoline von Gunderode yg meninggal bunuh diri krn Unglueckliche Liebe pd usia 26 thn. Karya Gunderode yg terkenal adalah Gedichte unt Phantasie.
- Romantik menyebar dari Jena dan Berlin ke negara2 lain dan memunculkan pengarang2 juga spt di Inggris (Lord Byron), Prancis (Victor Hugo) dan Rusia (Aleksander Puschkin)
- Romantik berakhir pada revolusi 1848 di Jerman.

DIE SCHLESISCHE WEBER
- Merupakan puisi karya Heinrich Heine yg ditulis pada tahun 1844 dan terinspirasi oleh kejadian pemberontakan buruh tenun di Silesia yg menewaskan 11 org pd tanggal 5 juni 1844
- Dalam puisi tersebut Heine menyalahkan (mengutuk) 3 pihak
1. Tuhan: dianggap gagal sebagai sumber harapan dan tidak menjawab doa
2. Raja: dianggap gagal melindungi dan menyejahterakan warganya
3. Tanah air: yang ada hanya kemalangan dan kemalasan
- Karya Heine ini menginspirasi seorang sastrawan lain yaitu Gerhard Hauptmann yg menulis drama “die Weber” dan dilarang dipentaskan di berbagai tempat. Drama ini terasa lebih nyata krn ada personifikasi pihak2 yg terkait:
1. Hilse (tentara) à saleh pd Tuhan tp tdk peduli sesama
2. Dreissiger (pemilik pabrik) à pelit
3. die Weber
- Karya Hauptmann dianggap mendekati peristiwa aslinya karena kakeknya diduga juga merupakan salah satu buruh tenun yang pada saat itu ikut protes dan memberontak.
Analisis tentang Die Schlesischen Weber:
Sekitar tahun 1844, Revolusi Industri di Jerman masih sangat baru dan belum semaju Inggris. Sementara di Inggris sudah banyak mesin-mesin yg digunakan untuk membuat kain/pakaian, di Jerman industri ini masih bersifat rumahan. Para penenun membeli bahan mentah dari penjual dan mengerjakan tenunannya secara manual (hanya pakai kursi tenun). Hasil yg mereka dapatkan dari hal ini sangat kecil dan sedikit. Apalagi pada masa itu sedang terjadi kesulitan pangan dan kelaparan di Silesia karena gagal panen. Harga bahan mentah yg dijual sangat tinggi membuat keluarga-keluarga penenun kelaparan dan mulai memakan korban.
Pada tanggal 3 Juni 1844 ada sekitar 3000 penenun yang melancarkan protes pada Zwanziger, seorang pemilik pabrik untuk menghargai hasil kerja mereka dgn sedikit lebih mahal. Namun Zwanziger menolak sehingga para penenun menyerang rumahnya dan menghancurkan pabriknya. Peristiwa ini berusaha diatasi oleh negara dengan mendatangkan tentara Prussia ke sana. Pada tgl 5 Juni 1944 terjadi bentrokan antara tentara dan para penenun yg menewaskan 11 orang. Banyak penenun yg ditangkap dan dijebloskan ke penjara.
Tiga pihak yg diberikan kutukan dalam puisi Heine yaitu Tuhan, Raja dan Tanah air merupakan simbol dari 3 pihak yg dijadikan tujuan sumpah tentara Prussia. Jerman tua (Altdeutschland) maksudnya menggambarkan era ketika Jerman belum jadi Konfederasi tetapi masih berupa kerajaan-kerajaan yg absolutismus karena keadaan pada thn 1844 nyaris tidak ada bedanya dgn penderitaan pada masa Absolutismus.