3.7.13

Interpals: Meet Your International Penpals :)

Jadi di sini gue mau cerita tentang sebuah situs pertemanan yang sedikit banyak sudah mewarnai hari-hari gue yang sepi ini (lebay!) bahkan mengubah hidup gue (lebih lebay lagi!) hahahaa... Sebetulnya gue udah lupa darimana gue tahu situs Interpals.net ini. Kalau nggak salah sih dari teman yang juga suka main di tempat semacam ini. Situs ini pada awalnya dibuat untuk mencari sahabat pena dari seluruh dunia. Hmm.. kebetulan gue suka tukeran kartu pos dan koleksi perangko, jadilah situs ini cocok untuk gue. Tetapi setelah gue main di situ beberapa saat, gue justru berpikir bahwa situs itu lebih cocok untuk mencari teman dari berbagai negara secara umum (tidak harus penpal) dan yang paling penting, itu situs untuk bertukar bahasa :)

Gue lupa kapan pertama kali gue sign up di Interpals, kalau nggak salah sih sekitar awal masuk SMA gitu. Waktu itu profile gue namanya "LVEisblume", sama seperti nama di blog ini. Agak lupa sih waktu itu siapa aja yang jadi teman gue. Yang jelas gue dapat teman 2 cewek orang Jerman yang sampai sekarang masih berhubungan, namanya Sabrina dan Mimi. Sabrina ini akhirnya jadi teman email gue, meskipun akhir-akhir ini dia sibuk banget jadi kita udah jarang email-emailan -.-a Kalau Mimi ini asyik orangnya, soalnya dia berminat banget sama bahasa Indonesia. Bahkan dia fans beratnya Ariel NOAH. Jangan tanya gue dia tau darimana, karena gue bukan yang ngenalin ke dia hahaha... Jadilah partner belajar bahasa yang asyik, karena kebetulan gue juga belajar bahasa Jerman. Rencananya sih gue dan dia mau ketemu nanti di Jerman. Dia bakal datang naik kereta dari Leonberg, kota tempat tinggalnya. Hmm.. mudah-mudahan jadi ya.. :)

Nah, tapi profil gue dengan nama "LVEisblume" ini akhirnya gue hapus, karena pada saat itu tiba-tiba aja banyak banget teman gue yang udah lama gak main di Interpals. Gue pun sibuk dengan sekolah (tahulah SMA gue beratnya kaya apa) dan akhirnya nggak kepegang. Gue nggak enak sama teman-teman yang suka kirim pesan dan gak gue bales-bales, akhirnya daripada gue bingung, mending gue kabur sajaa.. hehee.. (duh, jangan ditiru ya sodara-sodara). Beberapa saat nggak bermain Interpals, ternyata gue kangen berat sama pertemanan internasional yang memang "beda". Gimana bedanya nanti gue ceritakan. Pada akhirnya gue pun memutuskan untuk membuat akun baru di Interpals. Di sini gue bertransformasi menjadi "Frouwelinde" hehehee... Gue berubah dari anak polos baik-baik yang selalu kabur tiap kali dikirimin pesan *piiiip* sama orang menjadi seorang penganut subkultur medieval Eropa yang lebih menarik. Seorang Scorpio memang paling ahli bertransformasi hehehe...

Bagaimanakah si Frouwelinde itu?? Gue susun sebuah profil baru yang tampilannya berbeda. Kalau dulu superngebosenin banget karena warnanya item doang, sekarang profil gue lebih berwarna. Kalau dulu isinya pengenalan singkat doang, sekarang lebih variasi. Gue isi profilnya dengan kisah-kisah khayalan gue kalau seandainya gue pernah hidup di masa lalu. Tulisan ini sebetulnya khayalan total, tapi cukup sukses menarik orang untuk mampir walaupun sekedar berkomentar. Kebanyakan dari mereka menyangka gue percaya dengan yang namanya reinkarnasi. Hmm.. tentu saja tidak, karena pemahaman gue berbeda dari reinkarnasi. Terus di bagian bahasa yang dipelajari, hmm.. agak nekat nih. Kalau dulu gue isi Jerman beginner dan English intermediate, sekarang gue nekat dengan pasang English fluent dan Jerman advance :) Di bagian bahasa yang gue pelajari diisi bahasa Norwegia dan Rusia, tadinya mau dimasukin lagi bahasa Polandia, tapi entar dulu ahh.. yang gampang aja belum beres mau mulai yang susah hahahaa... Oh iya, perubahan bahasa itu berkaitan dengan gue yang telah bertransformasi dari cuma Germanophile menjadi Germanophile, Scandinavophile dan Slavophile hehehee... :P Semua itu akarnya sama kok, kultur medieval yang gue ikuti. Dan gue senang karena setidaknya sekarang gue tahu di mana posisi gue dalam peta identitas internasional. Kalau dulu, pas zaman ababil gue nggak jelas termasuk di golongan apa, sekarang gue sudah bisa menggolongkan diri ke medieval lover ini :)

Yang gue suka dari Interpals? Hmm... banyak sih sebetulnya. Gue akui memang kata-kata seorang teman gue bener, yang bilang kalau Interpals anggotanya banyak yang alay dan sombong-sombong. Tetapi itu ada sebabnya. Yang alay itu rata-rata para weeabo, freak Kpop tingkat dewa atau otaku animanga yang udah akut. Gue juga males sih temenan sama orang-orang ini, habisnya yang diomongin cuma anime manga Kpop doang. Kalau yang sombong, gue maklum sih, emang banyak yang jadi begitu karena di Interpals suka banyak yang nggak sopan. Nanti gue cerita nih soal ketidaksopanan ini. Sekarang yang gue suka dulu. Jadi, di Interpals ini kalau sekalinya dapat temen tuh bisa beneran temenan :) Dan nggak tahu kenapa ya, mereka tuh omongannya sekalinya berbobot ya bisa berbobot banget. Mungkin gue ya yang kurang pergaulan di Indonesia, sampai gue bisa berpikir kalau di Indonesia gue belum pernah bertemu dengan orang yang bisa ngobrol soal-soal begitu. Gue jadi merasa nyambung banget :') Bukan berbobot aja, bahkan mereka banyak yang bisa membalikkan pendapat gue dan memberikan sudut pandang baru. Nah, ini nih yang bisa membantu gue jadi lebih maju.

Tapi di sisi lain ada juga negatifnya situs ini. Nggak jauh-jauh dari situs pertemanan lainnya, banyak yang pervert! dan maaf aja, bukannya mau rasis, tapi kebanyakan mereka orang Arab dan Afrika. Orang Turki juga banyak. Astaga kalau mereka kirim pesan tuh langsung sok kenal sok dekat gitu pakai panggilan "cutie", "baby", dll. Belum apa-apa udah minta temenan, padahal kenal aja belum ckckckck.. Terus kalau diiyain nih friend requestnya, mereka suka maksa. Kayak kemarin gue ketemu orang dari Pakistan yang ngajak Skype-an. Eh dia maksa telepon terus loh minta video call. Hiiy.. mending ganteng, ini nyeremin dan superpervert. Males juga kan kalau diajak video-an terus baru nyala belum apa-apa gambarnya udah *piiiip*. Berkebalikan dari orang-orang ini, berdasarkan pengalaman gue ada dua kelompok orang yang paling sopan, yaitu orang Jepang (cowoknya) dan orang-orang Eropa kebanyakan. Mereka sopan banget, kalau mau ngajak temenan nyapa dulu, kenalin diri dulu, dan tanya beberapa hal sama kita. Mereka nggak langsung minta temenan atau maksa pengen video call -.-a Jadi semakin respek gue :)

Yang bikin males lagi tuh kalau ada orang Indonesia datang ke profil gue dan ngajak ngobrolnya bahasa Indonesia terus dangkal-dangkal gak jelas gitu kayak nanya kuliah di mana, udah ada yang punya belum, ckckckck.. Woyy.. gue di sini mau belajar bahasa, jangan ngajak ngobrol bahasa Indonesia lah -.-a mana obrolannya nggak penting pula hmmm...

Yah, begitulah pengalaman gue dengan Interpals.net. Lumayan mewarnai hari-hari gue dan bikin belajar hehee.. :)

by LV~Eisblume

24 komentar:

  1. biasanya kita chat lewat apa kalo di penpals? message kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. http://www.letspal.com <= saya merekomendasikan situs web ini

      Hapus
  2. biasanya kita chat lewat apa kalo di penpals? message kah?

    BalasHapus
  3. Lewat wall bisa, message juga bisa, atau kalau udah deket biasanya tukeran username Skype. Kalau dia punya LINE atau Whatsapp juga bisa dipakai.

    BalasHapus
  4. Dear kak clara citra : setuju sama semua kalimat yg kakak post, temenan sm mereka basically asik kok #KomenGakPenting *brb kabur* ._.v

    BalasHapus
  5. Itu daftar painpal bsa via handphone ap hrus pke pc?

    BalasHapus
  6. Kak, kok susah ya tapi dapet temen chat orang Jepang..aku message org Jepang tapi ga dibales-bales

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh.. itu tergantung orangnya :) kadang-kadang mereka suka ga pede mungkin sama bahasa inggrisnya

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Hai kak nama saya Fida, saya sudah sebulan pake interpals. Mau minta sarannya kak biar bisa memperkenalkan diri dgn baik soalnya saya dikacangin terus setiap saya mulai percakapan. Ya... Memang rata2 yang saya kirim pesan orang asia khususnya korea. Terimakasih kak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm.. kalau saya pribadi sih biasanya mulai dari wall mereka dulu. Misalnya beri komentar tentang apa Yang mereka tulis di profilnya sambil memperkenalkan diri, paling tidak sebut nama kita. Kalau mereka balas, baru dari situ saya suka pakai personal message. Nah, misalnya gak dibalas ya... sudah hehe.. saya cari teman lain. Kadang-kadang mereka gak balas karena 1) bingung mau balas apa, mungkin mereka merasa kurang punya kesamaan setelah baca profil kita. 2)Mereka merasa sudah punya cukup banyak teman dan tidak punya waktu untuk membalasi lebih banyak teman lagi. 3)Memang dasarnya sombong atau pilih-pilih teman (misalnya, mereka lebih suka berteman dengan orang-orang dari negara tertentu saja yang mungkin berkaitan dengan minatnya dia).

      Begitu aja sih :) Coba terus ya, semoga berhasil :)

      Hapus
  9. Sya mau tanya nih cara ngisi data icqdan seterusnya itu gimana sih,sya bingung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa lewat Edit profile -> contact info -> masukkan link profile icq di kolom icq :) Semoga membantu.

      Hapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Kok saya g bisa daftar interpals ya?? Bantu dong..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak bisa daftarnya seperti apa?

      Hapus
    2. Saya mau nanyak saya kirim pesan kenapa gk bisa

      Hapus
  12. Kemarin Hari pertama sya main interpals sya bisa comment and message ke orang2...tpi pas hari kedua yaitu hari ini kok sya gak bisa beri comment ataupun message ke teman2...ada bacaan gini di interpalnya👉"Anda telah menghubungi jumlah pengguna maksimum hari ini. Jika pesan anda tidak ditandai sebagai spam,batas Anda dapat meningkat seiring waktu👈 (Knapa begitu yea kak..mohon penjelasannya)🙏🙏

    BalasHapus
  13. www.letspal.com <= saya merekomendasikan situs web ini

    BalasHapus
  14. Cara konfirmasi email nya gimana? Biar bisa bls pesan

    BalasHapus
  15. Ka kalo video call di interpals gimana ya caranya?

    BalasHapus