8.8.12

Wooy.., Tungguin Gue Dong!!

Ini bukan cerita tentang gue ngejar bikun atau kereta. Ini cerita tentang masalah Unpunktlichkeit gue. Sengaja gue tulis nama masalahnya dalam bahasa Jerman biar lebih "nampol" lagi. Orang Jerman dikenal sebagai masyarakat yang punktlich alias tepat waktu. Walaupun nggak selalu benar, tapi kebanyakan mereka memang lebih punktlich dibanding masyarakat lainnya di Eropa. Kebalikannya, unpunktlich berarti tidak tepat waktu dan Unpunktlichkeit adalah nominanya (hmm.. kok jadi belajar Sprache ini?). Nah, gue sebagai salah satu mahasiswi Sastra Jerman yang tentu banyak berkontak dengan budaya Jerman, salah satunya ketepatan waktu ini, justru kelihatannya nggak pernah tepat waktu -__-a

Masalah Unpunktlichkeit gue bukan seperti yang dialami orang pada umumnya misalnya telat kuliah, telat datang ke tempat janjian, dll. Untuk masalah ini (puji Tuhan) gue sudah berhasil mengatasi :) Masalah gue lebih gawat dari itu karena membuat gue terlihat aneh, freak dan tidak punya teman (hiks!). Ya begitulah, gue tidak pernah tepat waktu jika menyukai atau nge-fans sesuatu. Selalu antara gue yang terlalu cepat menyukai dibandingkan orang-orang pada umumnya atau gue telat dan telatnya bukan cuma satu dua bulan, bisa bertahun-tahun! Kadang-kadang hal itu disebabkan kesalahan gue yang terlalu ignorant atau hipokrit duluan, kadang-kadang bisa juga salah orang lain :c

Mungkin salah satu contohnya bisa kelihatan dari postingan gue sebelum-sebelumnya yang selalu tentang LOTR. Wooy.. itu film udah dari tahun 2002 dan udah sering banget kali diputar di TV lokal!! Jujur sih gue malu kalau norak-norakan sendiri soal LOTR atau fangirling heboh sama tokoh2nya. Mana gue udah mau 20 tahun pula, masih aja belum bisa nyantai kalo ngefans sesuatu :c Beruntungnya gue, beberapa temen gue seperti Thomas, Nuke dan Siska juga fans berat LOTR jadi kalo gue ngomongin ini seenggaknya ada yang nyambung. Terus gue punya teman fangirling (walaupun mbak yang satu ini cool banget fangirlingnya xD) a.k.a Olly yang sama-sama nge-fans om-om American Danish ganteng bernama Viggo Mortensen (yang main Aragorn >.<). Plus tampaknya Hollywood berbaik hati sama gue (apa hubungannya?!) dengan merencanakan premier The Hobbit pada 14 Desember tahun ini. Gue kebantu banget, seenggaknya kalau orang tahu gue baca bukunya dari awal mereka mikir itu karena supaya kalau nonton The Hobbit jadi lebih nyambung :)

Masalah Unpunktlichkeit gue ini benar-benar jadi problem waktu masa sekolah. Misalnya waktu SD kelas 4 kalau nggak salah pas novel Harry Potter keluar pertama kalinya. Semua anak di sekolah gue heboh banget, apalagi waktu filmnya mau keluar. Tiap hari di kelas yang diomongin Harry Potter melulu dan gue sama sekali nggak nyambung. Dasar anak SD, pas gue tanya ini apa itu apa gue malah dikatain cupu, katanya masa gue gitu aja nggak tahu. Kesannya gue ketinggalan zaman dan nggak update. Suer, itu bukan karena gue yang nggak mau update. Dari kecil gue suka banget kali sama fantasi. Masalahnya ini kesalahan ortu gue yang fanatik agama. Katanya apapun yang berbau penyihir diasosiasikan sama setan, termasuk si Harry Potter ini. Padahal mereka belum nonton atau baca, boro-boro tahu ceritanya. Awalnya gue punya teman sama-sama nggak tahu HarPot, yaitu sahabat gue waktu itu. Nyokap dia satu gereja sama nyokap gue dan ya gitulah, sama-sama ngelarang anaknya baca HarPot. Eh, tapi tiba-tiba pas gue main ke rumah dia gue lihat novel HarPot di kamar dia (mungkin hadiah dari saudaranya). Jadinya dia pun nyambung sama teman-teman yang lain, tiap hari ngomongin HarPot sampai gue ditinggalin huhuu... T.T Yang bikin gue sakit hati sih, karena bertahun-tahun kemudian waktu film HarPot yang keempat tayang di TV, nyokap gue nggak sengaja nonton. Trus tiba-tiba dia komentar: "hahaha.. ini HarPot lucu juga yak.." trus dia nonton sampai selesai! Sejak itu baru deh gue nonton film HarPot, dan sampai sekarang gue belum pernah baca bukunya! :(

Waktu SMA gue juga pernah nggak nyambung dan nggak punya teman gara-gara masalah Unpunktlichkeit ini. Tepatnya kelas 10 gue punya sahabat yang sama-sama suka Jerman dan Slavia :D Dia baik banget ngajarin gue bahasa Jerman sampai akhirnya kita masuk Jurusan Bahasa bareng-bareng. Waktu itu lagi heboh-hebohnya Twilight Saga, temen gue ini salah satu yang ngefans berat sama novelnya. Dia beli terus tiap kali yang baru keluar. Plus dia kesenangan pas tahu aktor yang main Edward Cullen itu aktor favoritnya yaitu Robert Pattinson. Waktu itu gue sama sekali nggak nyambung tentang novel itu. Jujur itu novel harganya lumayan mahal buat gue jadi gue nggak beli sementara temen gue beli versi Inggrisnya o_O Karena penasaran akhirnya gue pinjem novelnya. Belum selesai gue baca, filmnya keluar. Gue dan teman-teman kelas Bahasa nonton bareng di Jakarta Theater. Nah, pas itu gue baru sadar bahwa nih film bagus banget, ceritanya juga, wawawawa... sampai lebay sendiri. Gue jadi ikutan ngefans kayak teman gue tadi. Waktu itu gue senang banget dan berharap bisa nyambung lagi kalau ngobrol sama sahabat gue ini. Tapi... nasib berkata lain... Sayang sekali ternyata sahabat gue dan teman-teman barunya dia yang tadinya sesama Twilight-freak kecewa sama filmnya. Waktu gue ajak ngobrol mereka di kelas dengan wajah bahagia dan berharap bisa gabung lagi dalam obrolan mereka, mereka cuma nanggapin dingin dan kecewa karena menurut mereka filmnya jelek banget nggak kayak novelnya :c Hiks.. gue nggak nyambung lagi dehh...

Habis masa Twilight berakhir, teman-teman gue berpindah ke Kpop dan boyband Korea! Satu kelas gue pada ngefans SuJu dan wajah-wajah Asia lainnya. Karena waktu itu gue masih ada di bayang-bayang Twilight dan aktor-aktor bule ganteng ala barat, gue sama sekali nggak minat sama wajah Asia. Malah menurut gue SuJu dll itu mukanya "cantik" seperti cewek, walaupun gue tahu sih mereka nggak banci. Semua teman ngomongin SuJu dan Kpop, muter videonya pakai proyektor kelas waktu istirahat, gosipin membernya, dll. Gue yang nggak minat duduk aja di kursi dan makan sendirian, atau gabung makan tapi nggak ikut ngobrol. Tibalah semester terakhir gue di SMA dan saat itu diadakan perlombaan lipsync antarkelas. Kelas gue yang melipsync Kuburan Band dan "Thriller"-nya MJ mendapat juara 2. Juara 1 jatuh ke tangan kelas IPS yang kebetulan punya murid yang merupakan salah satu anggota SuJu Girls (grup cover dance SuJu yang terdiri dari cewek2). Mereka mengcover lagu Super Junior yang berjudul Sorry Sorry. Itu kali pertama gue lihat tariannya dan dengar lagunya full. Pulang dari sekolah gue penasaran dan akhirnya gue tonton juga tuh boyband di Youtube. Mulai hari itu gue resmi jadi fans SuJu, padahal teman2 gue udah adem ayem aja sama boyband itu sementara gue ngefreaknya minta ampun sampai rela streaming radio Sukira buat dengar suaranya Leeteuk! Nggak cuma itu, gue keluarin semua tabungan gue cuma buat beli versi A nya album SuJu -___-a

Kadang-kadang gue nggak terlambat, tapi kecepetan (tetep aja unpunktlich!). Misalnya waktu SD gue suka banget sama Disney's Princess. Dari langganan majalah Princess, koleksi DVDnya sampai maunya semua barang gambarnya Princess. Tapi waktu itu Princess belum trend di kalangan anak-anak Indonesia. Alhasil gue muterin semua mall nggak ketemu-ketemu. Pernah gue sekali rela-relain ke Taman Anggrek karena pas di sana ada acara temanya Princess. Di situ dijual banyak banget barang-barang gambar Princess dan gue beli beberapa, tapi tetap aja nggak sebanyak sekarang. Sekarang anak alay aja kaosnya Cinderella! Dulu boro-boro, di toko kaya Kidz Station aja belum banyak -.-a Contoh lain waktu gue ngefans Tokio Hotel. Gue tahu band ini sejak SMA kelas 2, waktu mereka baru keluar album yang kedua dan lagu-lagunya belum banyak yang di-Inggris-in (soalnya aslinya Jerman ^^). Teman Interpals gue yang promosiin band ini ke gue buat belajar Jerman. Karena gue suka browsing tentang mereka, gue jadi tahu banyak hal termasuk forum2 internasional buat fans TH, koleksi merchandise dan majalahnya, dll. Sayangnya di Indonesia bahkan cari poster mereka aja nggak mungkin. Boro-boro ada, remaja Indonesia waktu itu belum dengar nama band ini -.-a Tiba-tiba pas kesukaan gue mereda, tepatnya pas gue mulai kuliah, di sana sini bertebaran majalah dengan artikel TH. Bahkan muncul forum TH Indonesia yang salah satu pengurusnya teman gue si Nuke. Tapi sayang lagu2 mereka yang terkenal di Indonesia justru yang bahasa Inggris, ihh.. sedih.. padahal kerenan Jermannya ke mana2 -.-a Mulai deh semua ABG tertarik sama TH. Gue serasa mau teriak : "Woyy.. ke mana aja lo kemarin-kemarin?! Ini band udah lama kaleeee~"

Sejak kuliah Unpunktlichkeit gue makin parah. Bukan cuma telat setahun dua tahun, tapi telat berabad-abad plus salah tempat. Gue tergila-gila sama hal berbau Mittelalter, mitologi Norse, Viking dan paganism. Telat berabad-abad karena semua hal tersebut populer di abad 5-13 M -.-a Salah tempat karena yang gue suka itu sekarang jadi subculture dan pergerakan baru di Eropa. Jangan harap ada orang Indonesia yang tahu band-band seperti Faun, Estampie, Dunkelschoen, In Extremo, Omnia, dll. Teman gue aja tahunya gara-gara gue kasih denger lagunya xD

5.8.12

Men of Gondor (My Journey to Middle Earth part 3)

Kalau di post sebelumnya gue cerita soal tokoh favorit gue di LOTR versi film, sekarang gue mau cerita kalau ternyata setelah baca bukunya sampai The Two Towers, rupanya pilihan gue berubah.

Setelah gue baca bukunya, pilihan tokoh favorit gue jatuh pada Men of Gondor alias ras manusia dari Gondor (emang sih karena gue manusia ujung-ujungnya seleranya manusia juga). Lebih tepatnya lagi Aragorn dan Faramir. Bukan karena mereka ganteng (ganteng sih, tapi itu 'kan di filmnya, di buku nggak ada deskripsi tampang yang detail tuh), tapi lebih ke karakter keduanya. Baik Aragorn maupun Faramir adalah dua tokoh di LOTR yang lolos seleksi "Ksatria Idaman" ala gue (huekk kontes apaan nih -.-a).

Aragorn and Faramir

Apa sih kriteria buat menang kontes "Ksatria Idaman"? Tentu saja punya 3 karakter utama menurut aturan Rittertum (keksatriaan) di abad pertengahan. Tiga sifat utama yang makin langka saja ditemukan pada spesies cowok ini adalah: Êre, Treue, dan Heldenmuot (ditulis dalam bahasa Mittelhochdeutsch supaya lebih ngena xD) atau diterjemahkan kira-kira menjadi: kehormatan, loyalitas/kesetiaan dan kepahlawanan. Tentu saja anda sekalian tidak akan menemukan kriteria seperti kejujuran, keterbukaan, dll karena itu lebih menyerupai kontes cari jodoh dan di sini gue bukan membahas tentang cari jodoh hahaha..

Oke, balik lagi ke manusia-manusia ganteng dari Gondor ini. Buat yang belum baca atau nonton (walaupun kemungkinannya kecil) mungkin harus "kenalan" dulu nih sama mereka. Aragorn son of Arathorn heir of Isildur, demikian biasanya gue menyebut Men yang satu ini, sekalipun sepertinya bukan itu nama panjangnya. Aragorn adalah keturunan resmi dari garis raja-raja penguasa Gondor dan Arnor (Arnor adalah sebuah kerajaan di utara yang sudah hilang dan hancur akibat salah satu perang besar di Middle Earth jadi yang tersisa tinggal Gondor di selatan). Sejak nenek moyangnya yang keberapa entahlah gue juga lupa meninggalkan tahta Gondor tanpa pewaris, akhirnya tidak ada lagi orang dari garis keturunan raja yang menjadi raja di situ. Sementara itu nun jauh di Rivendell (The Last Homely Home dan Imladris nama lainnya dan kota ini merupakan tempat tinggal para Elves), tinggal garis keturunan Isildur yang lain dari anaknya yang satu lagi. Dulunya mereka menguasai kerajaan Arnor sebelum runtuh dan hilang karena serangan dari utara, tapi kemudian terpencar-pencar dan menghilang. Aragorn adalah keturunan terakhir dari keluarga ini. Sebagian besar hidupnya dihabiskan di antara para Elves di Rivendell sehingga ia pun memberikan hatinya pada Arwen Undomiel, putri Elves dari Rivendell. Ia juga tergabung dalam Rangers (ksatria pengembara yang tersisa dari garis keturunan kerajaan manusia di utara dan ahli dalam berburu) dan dikenal dengan nama Strider. Kemunculan pertamanya dalam cerita adalah ketika ia menolong para Hobbit (Frodo,dkk) di Bree, sebuah tempat tidak jauh dari The Shire, dari kejaran para Nazgul (tangan kanannya Sauron). Pada saat itu ia masih menggunakan nama Strider dan memiliki kesan yang misterius. Sekalipun menjadi keturunan resmi raja Gondor, Aragorn tidak pernah menggunakan posisi itu untuk merebut kekuasaan orang atau mencari keuntungan untuk diri sendiri. Bahkan di versi film, ia justru tidak percaya diri bahwa ia dapat menjadi raja yang bijak dan tidak melakukan hal ceroboh seperti Isildur, nenek moyangnya yang tewas ketika mengamankan cincin itu untuk dirinya sendiri.

Men yang satu lagi, Faramir son of Denethor adalah putra dari wakil raja (Steward) yang selama ratusan tahun menggantikan tugas kepemimpinan raja di Gondor sampai keturunan resmi dari keluarga raja (yaitu Aragorn) kembali dan mengambil alih tugasnya. Faramir memiliki kakak laki-laki bernama Boromir. Boromir ini salah satu anggota dari Fellowship of the Rings yang diutus untuk membantu Frodo dalam perjalanannya ke Mordor. Sayangnya di tengah perjalanan, sang kakak harus mati dalam serangan Orcs setelah sebelumnya nyaris merebut cincin dari Frodo. Boromir adalah anak kesayangan Denethor. Ia selalu mendapat kepercayaan dari sang ayah. Kebalikannya, Faramir selalu jadi nomor dua. Sang ayah tidak begitu percaya padanya. Bahkan kalau di versi film, dengan kejamnya sang ayah menyatakan ia sangat ingin nasib kedua anaknya ditukar sehingga biarlah Faramir menggantikan Boromir mati di tangan Orcs. >.< Meski demikian, Faramir tetap setia mengabdikan diri pada sang ayah dan Gondor. Bahkan ketika sang ayah menyuruhnya merebut kembali Osgiliath (kota pertahanan terakhir kerajaan Gondor yang direbut oleh pasukan Mordor) dengan kekuatan tentara yang sedikit, ia tetap berangkat sekalipun ia tahu bahwa ia tidak akan selamat dari misi itu. Semua itu dilakukan dengan harapan sang ayah akan sedikit memandang dan mengakui dirinya. Ia menolak mencari pengakuan ayahnya dengan cara kotor, misalnya dengan mencuri cincin dari Frodo dan membawanya ke Gondor, sekalipun ia punya kesempatan terbuka di depan matanya.

Êre --- Baik Aragorn maupun Faramir pantas menjadi dua orang yang terhormat di Middle Earth. Keduanya berhasil menunjukkan kualitas masing-masing dan menjalankan perannya dengan baik. Tak satupun dari mereka menunjukkan kelemahan manusia yang sempat dideskripsikan dalam novel itu, yaitu haus kekuasaan. Bahkan mereka berhasil menolak godaan dari cincin yang sesungguhnya berpotensi membawa mereka pada kekuasaan.
Treue --- Ada sedikit perbedaan pada mereka berhubungan dengan kesetiaannya. Ketika memutuskan untuk bergabung dalam Fellowship of the Ring, Aragorn telah bersumpah akan membantu Frodo (kalau di film dinyatakan dalam salah satu dialognya: my sword will serve you). Hal ini terbukti dalam perjalanan panjang itu, bahwa ia sama sekali tidak mencoba merebut benda itu dari Frodo dan mengulang kesalahan leluhurnya. Selain itu Aragorn, yang punya kekasih seorang Elves yaitu Arwen dan harus berpisah darinya untuk waktu lama dalam misi itu, telah berhasil menunjukkan kesetiaannya pada wanita itu sampai akhir cerita. Padahal ia tahu bahwa kecil kemungkinannya Arwen akan setia padanya sampai dunia ketidakabadian manusia dan di tengah petualangannya ia sempat bertemu dengan Eowyn, seorang putri dari Rohan yang satu ras dengannya. Tetapi tetap ia tidak berpindah hati ^^ (duh.., ksatria banget kaaaan~). Sedangkan dalam cerita Faramir, kesetiaannya ditujukan pada Gondor dan ayahnya, seperti yang gue ceritakan di atas. Lebih baiknya lagi, kesetiaan itu ditunjukkan dengan cara yang bersih dan keputusan yang bijak.
Heldenmuot ---- Nah, apalagi ini, sudah jelas mereka berdua punya sifat bak pahlawan bagi ras dan bangsanya, bahkan bagi seluruh Middle Earth. Dalam setiap perang mempertahankan kebaikan di Middle Earth dari kekuasaan gelap yang mengancam, mereka selalu siap sedia dan berperang dengan berani. Dengan menolak godaan dari cincin kekuasaan itu mereka juga telah menunjukkan sikap pahlawan sejati. Mereka berkorban mengesampingkan kepentingannya demi kedamaian di Middle Earth dan bagi seluruh bangsa yang tinggal di sana.

Two souls of men
Best of all knights
From the dreamland
Come in my nights

Wise as the old
Shining in gold
Both North and South
Name them in mouth

Two souls of men
Know the heirloom
Will bring the land
Back to its doom
Don't take the thing
For their glory
Instead they bring
Peace and merry
 Cuma beberapa bait puisi yang gue tulis terinspirasi dari mereka. Semoga di bumi ini makin banyak pemimpin (dan terutama, cowok!) yang sifatnya seperti mereka. Kembalikan Rittertum ke dunia!! xD



29.7.12

About Friendship and Love...

Sebenarnya postingan ini mau gue masukin ke Journey to Middle Earth series karena masing berhubungan sama LOTR tapi kok kalau dipikir-pikir jadi lebih banyak curcolan gue ya? hahaa...

Bermula dari seorang follower di Tumblr yang nanya di inbox gue: "Who's your favourite LOTR character and why?" Astaga! Tega banget dia nanya begini ke gue... Itu pertanyaan sadis lho.., lebih susah jawabnya daripada pertanyaannya Miss Universe! Masa gue disuruh milih dari sekian banyak tokoh superkeren?

Akhirnya dengan hati yang sebenarnya nggak tega untuk nggak menyebutkan yang lain, pilihan gue jatuh sama Sam dan Arwen. Buset, boro2 tokoh utama, yang satu enggak ganteng yang satu cewek -.-a Hmm.. sebenarnya kalau nggak ada pertanyaan "why" sih gue lebih pilih Aragorn sama Legolas (Frodo juga deh ^^) soalnya kan gue gak perlu ngasih tahu kalau alasan gue milih mereka karena ganteng/cute (kesannya gue menyikapi film dengan dangkal banget cuma liat tampang pemain -.-a).

Oke, balik ke pilihan gue. Sam dan Arwen. Gue pilih mereka sebenarnya karena karakter keduanya paling "nyambung" sama hidup gue. Sam mewakili persahabatan dan Arwen untuk cinta. Nah.., sekarang bisa gue mulai curcolnya??

Samwise Gamgee. Sebenarnya "cuma" tukang kebunnya Frodo, bahkan selalu manggil majikannya itu dengan sebutan "Mr". Jelas sebenarnya nggak ada hubungan "persahabatan" yang seimbang. Tapi ternyata duh... :') (maaf, jadi pengen nangis gue..) Kalau ngikutin filmnya dari awal sampai akhir, plus baca bukunya, langsung berasa segimana kuatnya persahabatan mereka. Walaupun sebenarnya dua-duanya sama-sama setia, tapi gara-gara adegan Frodo sempat ninggalin Sam karena tertipu Gollum gue jadi ngasih perhatian lebih sama Sam. Sosok seperti dia ini gue nggak pernah nemuin sepanjang hidup gue sampai sekarang. Boleh dibilang Sam ini mengingatkan gue sama sesuatu yang pengen banget gue miliki. Persahabatan sejati.

Sekedar info aja..., kalau ada orang nanya begini ke gue: "seandainya lo dan sahabat lo jatuh cinta sama orang yang sama, dan orang itu jatuh cintanya sama lo, lo pilih mana? sahabat lo atau cowo itu?" Gue bakal jawab: "sahabat gue, kenapa? karena nyari sahabat itu susah!" :c

Dari gue kecil sampai sekarang, jujur gue belum pernah tuh merasakan yang dibilang "persahabatan sejati". Mungkin kalau nggak ada teman-teman gue di jurusan Jerman sekarang, gue bisa bilang sahabat itu cuma bullshit. Tapi karena ada mereka gue masih berusaha menaruh harapan, siapa tahu mereka ini yang bakal jadi sahabat sejati gue. Gue pengen punya, walaupun sekedar satu orang aja (seperti Sam dengan Frodo), yang benar-benar ada di samping gue nggak cuma karena segi positif yang gue punya tapi juga segi negatif. Kalau lihat di FOTR, Sam ikut dalam perjalanan bersama Frodo awalnya cuma gara-gara dia janji sama Gandalf nggak akan ninggalin tuannya setelah ketangkap nguping. Tapi toh setelah Gandalf pergi dia tetap setia sama janjinya, sampai berusaha ngejar Frodo di sungai trus nyaris tenggelam (hiks..bagian itu sedih :'( Bahkan di ROTK, waktu Frodo "ngebuang" dia karena tipu muslihat Gollum pun akhirnya Sam yang nolongin Frodo dari Orcs dan bantuin dia supaya sampai di Mount Doom. Garis bawah tuh saudara-saudara, dibuang! Zaman sekarang gue ragu masih ada orang kayak gitu...

Gue pernah punya beberapa orang yang dekat sama gue sejak SD, tapi semuanya bohong. Ujung-ujungnya mereka berkhianat atau pergi. Gue ingat waktu SMA dulu sempat punya sahabat. Kita sama-sama suka bahasa Jerman, tapi semenjak dia nge-fans Twilight (waktu itu lagi booming-boomingnya dan gue bahkan belum punya kesempatan untuk baca), kita jadi nggak nyambung lagi. Sejak itu dia kumpul sama teman-teman lain yang sesama fans Twilight. Gue sampai coba ngikutin bukunya dan filmnya (walaupun akhirnya suka juga) supaya paling enggak bisa nyambung lagi. Eh, waktu gue udah suka Twilight juga, teman gue ini malah sibuk mencerca habis filmnya yang katanya jelek, gak sebagus bukunya. Terus kita jadi nggak nyambung lagi.

Di sekolah gue kebanyakan muridnya anak orang (super!) kaya. Entah kenapa setiap kali gue mau coba masuk ke lingkungan anak-anak itu, gue selalu nggak nyambung. Apalagi sejak itu kan mereka pada ngobrol lewat BBM (dan gue nggak punya BB). Terus kalau ada di lingkungan mereka itu gue selalu merasa outsider. Gue nggak bisa cocok sama gaya hidup mereka. Selain itu, gue juga selalu merasa jadi outsider. Entahlah gue nggak ngerti siapa yang salah. Selera gue nggak pernah nyambung sama mereka. Hampir selalu beda. Dan apa yang gue suka itu di mata mereka dipandang sebagai "freak" atau subculture yang aneh, misalnya: musik mittelalter, gothic, folk, dll. Rata-rata teman gue taunya lagu korea/jepang, lagu barat mainstream, bahkan sekalinya nggak mainstream tetap aja masih dikenal orang (misalnya musik jadul, psychedelic, dll.) Itu udah ngurangin topik obrolan gue sama teman-teman. Anehnya, sekalinya gue freak banget sama sesuatu, pasti ada aja yang ngatain. Gue nggak ngerti salah gue di mana karena kalau mereka ngomongin hal kesukaannya pun begitu -.-a kenapa gue nggak boleh?

Untungnya di antara teman-teman yang sekarang ini gue berhasil menebar sedikit virus "Mittelalter" haha.. jadi ada beberapa yang masih nyambung ngobrolin hal itu sama gue :) Tapi tetap aja kalau mereka lagi ngomongin korea, ngomongin orang yang nggak gue tau (misalnya salah satu ekelenya), ngomongin film/lagu jadul, tetap aja gue jadi outsider lagi :'C Mungkin memang gue salah tempat atau waktu lahir kali ya...
Mungkin kata-katanya C.S.Lewis (pengarang Chronicles of Narnia, sahabat J.R.R.Tolkien) benar kali ya.. "kalau kamu merasa tidak cocok dengan apapun di dunia ini, mungkin memang kamu diciptakan untuk dunia yang lain" :") Kalau pertemanan di kuliah ini gagal lagi, mungkin luar negeri jadi harapan terakhir gue...

Tokoh kedua yang gue pilih itu Arwen Undomiel. Putri bangsa Elves dari Rivendell yang super cantik ini buat gue jadi inspirasi untuk harapan dan cinta. Dikisahkan bahwa Arwen sebagai bangsa Elves adalah golongan yang immortal, sedangkan kekasihnya, Aragorn, adalah bangsa Men (manusia) yang bisa mati. Ayah Arwen, Elrond, pada awalnya kurang setuju jika anaknya menikahi seorang manusia. Ia beranggapan bahwa masa depan anaknya akan jadi suram karena setelah kematian pasangannya, anaknya hanya akan menderita dan merasa sendirian. Maka dari itu Elrond menyuruh Arwen untuk mengejar kapal terakhir di Grey Havens yang akan membawanya ke Undying Lands di seberang lautan untuk melarikan diri dari perang yang berkecamuk di Middle Earth. Tapi di tengah jalan, Arwen berbalik meninggalkan rombongan dan kembali ke Rivendell untuk menunggu kekasihnya pulang dari misi berbahaya yang dijalaninya. Padahal saat itu keabadian dan kekuatannya sebagai Elves mulai menghilang karena pengaruh kuasa jahat dari Mordor. Semua itu hanya karena ia masih memiliki harapan akan hidup bahagia bersama kekasihnya di masa depan nanti. :')

Cerita ini mengingatkan gue sama hubungan yang lagi gue jalanin sekarang. Kalau Arwen dan Aragorn beda bangsa, gue dan Ritter beda agama. Yah, kira-kira samalah, sama-sama ditentang ortu. Seolah-olah dengan bersatu dengan orang yang beda agama itu semacam jalan menuju kematian (baca: neraka) buat kita. Tapi karena adanya harapan akan kebahagiaan di masa depan sekalipun beda jalan, hubungan bisa tetap lanjut.. xD Arwen dan kesetiaannya pada harapan itu menginspirasi gue untuk tetap setia dan mencoba menjalani dulu relationship ini hehehe.. :P


16.7.12

My Journey to Middle Earth (part 2)

Sebenarnya ini gak begitu penting sih, tapi gue udah nggak bisa nahan diri buat nggak nulis di sini xD
Jadi ada dua hal kocak yang gue baru alami berkaitan dengan kesukaan baru gue di postingan sebelumnya hihihi....

Cerita 1

Gue dan adek gue lagi nonton The Two Towers di HBO. Pas lagi scene yang ada Gollum, nyokap gue pas lagi keluar kamar dan ngeliat ke TV...

Nyokap: apa itu?? (nunjuk Gollum di TV)
Gue dan adek: Itu Gollum.
Nyokap: (diem bentar, ngamatin gambarnya) itu ada tit**nya gak?
Gue dan adek: *ketawa ngakak sampe guling-guling habis itu geleng-geleng*
Gue (dalam hati): ini nyokap gue epik banget deh, kayanya cuma dia di dunia ini yang tertarik mengetahui apakah makhluk sejelek itu ada tit**nya. -____-a

Cerita 2

Gue mau ke Mall pake celana rumah. Nyokap ngeliat...
Nyokap: kamu tuh jangan ke Mall pake celana gondor-gondor gitu dong!
Gue: *ketawa ngakak* yah.. kalo celana Gondor bagus dong. Mending aku pake itu aja deh...
Nyokap: *bingung*

Well, gue nggak ngerti kenapa nyokap gue bilang gondor-gondor instead of gombor-gombor atau gombrong-gombrong -__-a

Yah, begitulah... gue nggak ngerti kenapa nyokap gue ikutan jadi aneh. Jangan-jangan kalo malem dia diam-diam keluar kamar trus ngambil novel LOTR gue dan baca. Ada lagi yang aneh, gue sama dia sekarang porsi makannya kayak Hobbit, alias 6x sehari. -__-a

15.7.12

My Journey to Middle Earth (part 1)

Halo semuanya, 
Gue nulis langsung dari Middle Earth nih ^^ *sepik* Maaf ya jadi jarang nulis gara-gara perjalanan panjang ini. Demi apapun sekarang gue lagi keranjingan LOTR!! (iya gue tau gue telat, awas klo ada yang ketawa >. >)

Hmm... ya begitulah gue selalu jadi manusia telat. Dulu waktu semua orang heboh Twilight, gue bahkan belum menyadari keberadaan novel itu. Terus waktu semua orang freak SuJu, gue sibuk ngejek-ngejekin mereka kayak bencong. Eh tiba-tiba pas semua orang nggak suka lagi atau udah bosen, gue baru suka. Terang aja semua orang jadi males gitu lihat kelebayan gue hahahaa,,, Nah kalo kasus yang ini agak beda dan menurut gue harusnya bisa lebih dimaafin kali ya secara filmnya keluar tahun 2002 (gue masih anak SD ingusan yang tontonannya kartun disney!). Tapi kayanya nggak bisa dimaafin juga sih secara filmnya udah diulang-ulang dari kapan tau di berbagai stasiun TV tapi gue lewatkan begitu saja atau nonton setengah-setengah. Well, sebelum nonton di HBO gue cuma tahu kalo trilogi LOTR tuh film yang isinya orang ganteng semua! (ya nggak semua juga sih hahaha...)

Tapi kalo dipikir-pikir gue sadar mungkin ini rencana Tuhan kenapa gue baru ada kesempatan nonton sekarang (apa pula ini bawa-bawa Tuhan -__-a). Dimulai dari waktu gue suka minta-minta film sama temen-temen gue yaitu Nuke dan Mumut yang punya segudang film di laptopnya. Awalnya cuma mau minta Red Riding Hood tapi karena gue lihat banyak film bagus lain yang belum gue tonton di koleksi mereka, akhirnya gue putuskan untuk ngopi juga. Intinya sih waktu itu trilogi LOTR cuma jadi sekedar "film bagus yang belum gue tonton". Sampai akhirnya gue mengalami kebosanan setelah UAS selesai. ue pun memutuskan buat nonton yang pertama. Awalnya iseng doang dengan asumsi film ini latar belakangnya agak-agak medieval gitu (zaman yang paling gue suka :D). Dan setelah gue tonton... jeng jeng... *drumrolls* astaga nih film bagus banget agsgdhagdjhgajsghfdahgfjgajkshda.. (baca: gak terdeskripsikan lagi deh bagusnya). Mungkin ini adaptasi terbaik yang pernah gue lihat (agak sotoy sih soalnya gue kan waktu itu belum baca novelnya). 

Melanjutkan bagian satu, akhirnya gue tonton juga bagian dua. Kali ini bareng adek gue yang beberapa hari sebelumnya begadang sampai jam setengah 4 pagi buat ngejar gue nonton yang pertama. And guess what?? Tiba-tiba aja HBO nayangin iklan kalau trilogi ini bakal ditayangin akhir bulan Juni secara beruntun. Whoaaaa.. kayanya emang gue ditakdirkan untuk kenal lebih dekat sama trilogi LOTR sekarang instead of waktu keluarnya film ini di tahun 2002. Habis nonton filmnya secara beruntun sekarang gue semacam nggak mau keluar dari Middle Earth. Bahkan gue langsung searching lewat Lontar UI kali-kali novelnya ada di Perpusat. And thanks God, novelnya ada lengkap bahasa Inggris maupun Indonesia. Akhirnya gue pinjem juga tuh novelnya. Bagian satu yang Fellowship of the Ring gue habiskan dalam waktu seminggu (sampai gue menemukan gimana caranya mengurangi adiksi gue terhadap internet!). Dan ketika mau lanjut ke bagian dua yang The Two Towers, duhhh.. kayanya susaaaah banget move on. Gue jatuh cinta sama tokoh Strider di bagian pertama ahahaha... :3

Oke, cukup cerita soal kronologi keranjingan gue dengan trilogi terkeren yang pernah gue temui sampai sekarang itu. Nah, sekarang balik lagi ke soal rencana Tuhan. Menurut gue, kesempatan ini bukan nggak disengaja atau kebetulan, tapi emang rencana Tuhan. Ada dua alasan:
1.) Kalau gue nonton tahun 2002 atau waktu filmnya diputar berulang-ulang di tahun-tahun setelahnya, gue cuma akan nonton dan mendapat kesan kalau filmnya keren, epik dan pemainnya ganteng. Titik. Nggak lebih. Minimal inspirasi untuk nulis lagi. Tapi sekarang, setelah gue kuliah di jurusan Jerman, gue lebih mengerti esensi filmnya. Gue bisa mendapatkan lebih dari sekedar cerita epik dan tampang ganteng. Gue sekarang ngerti apa itu huruf Rune, macam-macam ras di Middle Earth (yang mirip sama 9 dunia dalam mitologi Germanik/Norse), bahkan gue lebih menikmati legenda cincinnya yang serupa dengan karya sastra Jerman kuno favorit gue: Nibelungenslied :)
2.) Tuhan semacam mau mengembalikan gue ke jalan yang benar. Dia menunjukkan ke gue bahwa hal-hal yang gue suka (baca: mitologi Norse, Rune, magic, paganism, wicca, dll.) yang menjurus pada kesesatan dan kemusyrikan bisa dipakai untuk menyampaikan nilai-nilai cinta kasih yang diajarkan dalam ajaran agama yang gue anut. Kalau diamati dalam dialog filmnya (apalagi bukunya) gue bisa menemukan ajaran cinta kasih yang disisipkan sang pengarang. Gue sempat baca sedikit biografinya J.R.R.Tolkien dan dibilang di situ bahwa dia adalah penganut Katolik yang taat. Sedikit banyak hal ini pasti menginspirasi nilai-nilai dalam karyanya, salah satunya LOTR ini. Dan kerennya, dia bisa menggunakan unsur-unsur mitologi Norse, magic, dll yang harusnya bertentangan dengan ajaran agama itu untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut :D This inspires me, really :)

Sebenarnya ada banyak nih yang mau gue tulis, tapi kalau ditulis di sini semua jadi semacam nggak nyambung gitu. Jadi bagian pertama perjalanan gue disudahi di sini saja...
Bis dann :))

27.6.12

Kepada para pendahulu saya, yang mengaku percaya padanya

Mengapa tak kau kebaskan saja debu di kakimu seperti yang ia kata?
Mengapa tak kau sarungkan pedangmu seperti perintahnya?
Aku yakin betul, jika saja ia ada di sana saat itu
akan ia sambungkan kembali kepala-kepala yang kau pisahkan dari tubuh-tubuh tak bersalah itu.

Pada para pendahulu saya, yang mengaku percaya padanya
Saya malu jika tahu anda sekalian saudara saya
Karena kalian saya dibenci teman-teman saya
Nama para pendahulu saya, yang tercatat dalam lembar sejarah
Dielukan bagai pahlawan pembawa harapan pada bangsa yang tersesat
Namun bagi saya, pesta nama kalian harusnya tak pernah ada.

Pada para pendahulu saya, yang mengaku percaya padanya
Bukan saya maksud menghakimi, tapi kalian membuat
dunia membenci kami semua...

18.6.12

Pelaut dari Utara dan Pulau Nyiur Selatan

Pelaut dari utara membentang layar
Bergulung ombak diterpa badai
Empat lima pulau terlewat
Bersama kenangan dibawa pulang

Pelaut dari utara tiada kan melihat
Walau kapal telah membelah
Laut jauh membuka gerbang
Mata sang pulau nyiur selatan

Hanya dikaguminya dari jauh
Nyiur melambai di tanah selatan
Tiada ingin ia mencium tanahnya
Selain pulau-pulau hijau utara

Dan pulau nyiur selatan
Mengharap kaki pelaut menjejak dirinya
Sembari menatap pada indahnya
Pulau-pulau hijau utara


By LV~Eisblume
17.06.12

Cruel Dreams


After the small branches that warm my heart
Save me from the loneliness of life
And the colourful rainbow of lovely days
Come to protect me from the cruel fate,

I dream of the mighty oak trees
To hold it and kiss the trunk with my lips
And the shining waterfall of northern light
To be wrapped in and sleep together with

Who am I, such a woman without heart
This eyes see but cannot feel the kindness of the weak
But enchanted by the magic of the strenght
The beauty of mystery i’ve never seen

Let my days here be forgotten days
And my life here be my past life
I want my future at the hands of the night
To put my soul in the beauty of death


By LV~Eisblume
17.06.12

8.6.12

Dienstag und Mittwoch (koreksi untuk artikel nama-nama hari dalam bahasa Jerman)

Halo semuanya, sebelumnya saya sudah pernah posting di blog ini tentang asal-usul nama-nama hari dalam bahasa Jerman. Sila lihat lewat link ini: http://mysecretcornflowerfield.blogspot.com/2011/03/die-tage-und-die-geschichte-asal-usul.html

Kalau dibaca ulang, di posting itu saya meninggalkan beberapa pertanyaan khususnya pada keterangan untuk hari Selasa (Dienstag) dan Rabu (Mittwoch). Postingan ini akan menjawab pertanyaan itu. Seorang teman asal Jerman yang juga berkuliah di jurusan Germanistik dan sudah master tentang mitologi Jerman/Norse adalah sumber informasi yang saya dapatkan :) Danke fuer ihn ^^ hahaa...

Dienstag
Pada artikel sebelumnya saya menuliskan bahwa kata Dienstag berasal dari bahasa Jerman artinya Assembly Day atau hari untuk berkumpul. Rupanya keterangan tersebut kurang tepat, karena sesungguhnya nama Dienstag masih berakar dari nama dewa Tyr. Tyr dalam bahasa Jerman dikenal dengan nama Tiwaz. Menurut keyakinan bangsa Jerman kuno, Tiwaz adalah Beschutzer des Ding ( = dewa pemilik dan pelindung benda-benda di bumi). Ding yang artinya benda berubah bentuk menjadi Dien, yang akhirnya membentuk kata "Dienstag".

Mittwoch
Nama asli dari Mittwoch adalah Wodenstag yang berasal dari nama dewa tertinggi bangsa Germania yaitu Wodan/Odin. Sampai sekarang semua negara berbahasa Germanik menggunakan nama hari yang berakar dari nama sang dewa untuk hari Rabu. Namun di Jerman terjadi perubahan pada abad ke-10. Hal ini dikarenakan misionaris dari gereja-gereja mulai menyebarkan ajaran Kristiani. Para raja juga sudah mulai memeluk agama baru ini dan untuk menghindari semakin berakarnya paganisme di masyarakat Jerman kuno maka Wodenstag diganti dengan Mittwoch yang artinya hari yang terletak di tengah-tengah minggu (in der Mitte der Woche).

Demikian revisi untuk artikel sebelumnya. Semoga bermanfaat :))

7.6.12

Mungkinkah Aku Mimpikan Pintu Neraka?

Akankah di masa nanti
Nyawaku berdiri di ujung pisau
Ketika palang terbalik
dan hitam jadi putih?

Akankah di masa nanti
Aku terkurung dalam tombak
Di antara dua pilihan
yang kusuka dan percaya?

Akankah di masa nanti
Khayalan berubah nyata
dan mungkin mimpiku kini,
ujungnya pintu neraka?


by LV~Eisblume
08.06.12