Pada awalnya tiada kutemukan bahagia
diam dalam kerajaan itu
Tiada yang menarik selain hari hari
dipenuhi coretan atas kertas
ruang ruang berbicara
dan untaian kata berkumandang
Sekalipun sang bunga salju
ditemani sepermainannya
tiada yang baru untuk
rangkaian ceritaku
Sesaat sang pujangga yang datang
dari negeri berbatu batu
sempat menjadi impian
namun hilang dari harapan
ketika gadis-gadis pandai
dan cantik membawanya pergi
Dalam kerajaan itu
akhirnya kami bertemu
ksatria bersimbol hati tujuh
yang mengubah kisahku
Sekalipun aku bukan perdana menteri
kerajaan ini, jadi milik kami
tak lama kurasa
karena dipenuhi kesenangan saja
dan para tetua tak suka
Lalu kudengar seorang
kaisar timur yang bijak
hendak meraih tahta
kerajaan ini
Hanya kuharap kisahku dan
sang ksatria bukan akhir di sini
kerajaan kami boleh usai
tapi di luar sana
akan kami bangun yang baru
di tanah berbeda...
di negeri yang jauh...
by LV~Eisblume
02.03.12
Ich bedanke mich fuer mein Lieblingsverein, in dem ich und er getroffen haben...
2.3.12
24.2.12
Budaya Kita, Budaya Maksa?
Ini sama sekali bukan esai antropologi. Ini sebenarnya hanya unek-unek gue beberapa hari ini. Langsung saja ya...
Gue biasanya bukan jadi orang pengamat yang suka mengamati sesuatu hal sampai detail, apalagi terus dipikirin dan direnungkan. Tapi kali ini gue baru "ngeh" bahwa ada banyak kejadian di sekitar gue yang membuat gue menulis post ini. Budaya kita, budaya maksa? Maksudnya? Sederhana saja, orang Indonesia itu kalau gue lihat hobinya maksain apapun. Sampai-sampai gue mikir keadaan memaksakan apapun ini sudah sangat membudaya dan bisa ditemui di mana saja!
Sebut saja kejadian yang paling sering gue lihat (dan kalian yang suka naik kendaraan umum juga). Kalau kita naik kendaraan umum, nyaris apapun itu, kereta, angkot, bus, transjakarta, dll. terutama yang bukan untuk perjalanan jauh pasti penuh banget. Penuhnya sampai nggak wajar (coba aja kalo naik kereta arah Jakarta pada pagi hari dan Bogor pada malam hari). Mengapa demikian? Karena sopir/masinis sudah tau penumpang penuh dan desak-desakan sampai pintu nggak bisa ditutup lagi, masih aja dimasukin penumpang baru. Penumpangnya juga nggak tau diri, udah tau di dalam penuh masih aja maksa naik. Duh -___-a
Alasannya memang masuk akal sih, sopir ngejar setoran dan penumpang mau cepat-cepat sampai tujuan.
Kejadian kedua misalnya di jalan raya. Waktu itu gue lagi naik motor di daerah Pasar Minggu dan macet karena lampu merah. Lampu merah! bukan macet total karena kecelakaan! Apa yang terjadi? Banyak banget motor yang nyelonong maksa lewat trotoar, padahal itu daerah pasar. Plis deh, trotoar itu kan buat pejalan kaki, masa nunggu lampu merah sedikit aja nggak mau. Padahal kalau di jalan sabar dikit gue yakin macetnya nggak akan parah. Lebih parahnya lagi, polisi yang harusnya bantu mengatur jalan malah ikut-ikutan. Waktu itu gue lagi di lampu merah Kalibata-Duren Tiga yang lamanya nggak manusiawi itu. Gara-gara harus nunggu seratus sekian detik sampai lampu hijau jalanan di situ jadi macet panjang. Eh tiba-tiba di samping gue ada polisi gendut naik motor jalan di trotoar di depan Taman Makam Pahlawan. Gilak!
Terus ada lagi kejadian di gereja. Kemarin gue misa Rabu Abu di gereja, kebetulan ambil jam yang paling malam (19.30). Gue udah duduk sama nyokap sebelahan dan bangku gereja itu kan di bagian tempat duduknya ada semacam kotak-kotak pembatas yang menunjukkan satu kotak itu ya buat satu orang. Tiba-tiba ada segeng ibu-ibu masuk dan bermaksud duduk di sebelah gue. Mereka berempat sementara di situ cuma ada space untuk tiga orang. Eh.. yang satu maksa loh, padahal di bangku-bangku bagian depan masih ada banyak tempat kosong (yang kalau mau ditempati ya gak bisa berempat sekaligus berderet tapi satu-satu diseling orang lain). Ini ibu maksa banget sampai gue yang udah duluan di situ duduk setengah pantat. Akhirnya gue ngomong ke nyokap untuk minta duduk pisah gue di bangku depan. Sepertinya si ibu itu dengar, langsung deh dia bisik-bisik ke temen-temennya trus pindah duduk di depan. ckckckck...
Memang sih hal-hal tersebut hanya kejadian sehari-hari di kota-kota besar. Gue gak tau apakah kejadian juga di tempat lain. Tapi budaya maksa ini sepertinya memang ada. Bahkan sistem di pemerintahan kita aja maksa. Mau menerapkan demokrasi tapi negara belum sejahtera dan masih miskin ckckck.. mana bisa berhasil. Syarat utama demokrasi kan kesejahteraan rakyat dulu.
Tapi kalau dilihat-lihat lagi permasalahan utama dari budaya maksa yang gue cerita tadi sepertinya ada di kependudukan deh. Orang Indonesia kesejahteraan dan pendapatannya masih rendah tapi pada maksa bikin anak banyak dan gede-gedean keluarga. Duh.. terang aja ya kendaraan umum penuh -___-a Belum lagi Jakarta yang udah penuh ini masih ditambah banyak orang berurbanisasi.. makin penuuuhhhh... Lebih parah lagi, satu orang beli kendaraan satu. Nggak ngerti lagi deh... x.x
Gue selalu mengidam-idamkan negara sepi kayak di Skandinavia atau negara tertib tidak maksa seperti Jerman.... Lebih sehat, lebih nyaman, lebih aman, dan lebih teratur juga. Kapan ya Indonesia (atau setidaknya Jakarta dulu deh) berubah kayak gitu...
Gue biasanya bukan jadi orang pengamat yang suka mengamati sesuatu hal sampai detail, apalagi terus dipikirin dan direnungkan. Tapi kali ini gue baru "ngeh" bahwa ada banyak kejadian di sekitar gue yang membuat gue menulis post ini. Budaya kita, budaya maksa? Maksudnya? Sederhana saja, orang Indonesia itu kalau gue lihat hobinya maksain apapun. Sampai-sampai gue mikir keadaan memaksakan apapun ini sudah sangat membudaya dan bisa ditemui di mana saja!
Sebut saja kejadian yang paling sering gue lihat (dan kalian yang suka naik kendaraan umum juga). Kalau kita naik kendaraan umum, nyaris apapun itu, kereta, angkot, bus, transjakarta, dll. terutama yang bukan untuk perjalanan jauh pasti penuh banget. Penuhnya sampai nggak wajar (coba aja kalo naik kereta arah Jakarta pada pagi hari dan Bogor pada malam hari). Mengapa demikian? Karena sopir/masinis sudah tau penumpang penuh dan desak-desakan sampai pintu nggak bisa ditutup lagi, masih aja dimasukin penumpang baru. Penumpangnya juga nggak tau diri, udah tau di dalam penuh masih aja maksa naik. Duh -___-a
Alasannya memang masuk akal sih, sopir ngejar setoran dan penumpang mau cepat-cepat sampai tujuan.
Kejadian kedua misalnya di jalan raya. Waktu itu gue lagi naik motor di daerah Pasar Minggu dan macet karena lampu merah. Lampu merah! bukan macet total karena kecelakaan! Apa yang terjadi? Banyak banget motor yang nyelonong maksa lewat trotoar, padahal itu daerah pasar. Plis deh, trotoar itu kan buat pejalan kaki, masa nunggu lampu merah sedikit aja nggak mau. Padahal kalau di jalan sabar dikit gue yakin macetnya nggak akan parah. Lebih parahnya lagi, polisi yang harusnya bantu mengatur jalan malah ikut-ikutan. Waktu itu gue lagi di lampu merah Kalibata-Duren Tiga yang lamanya nggak manusiawi itu. Gara-gara harus nunggu seratus sekian detik sampai lampu hijau jalanan di situ jadi macet panjang. Eh tiba-tiba di samping gue ada polisi gendut naik motor jalan di trotoar di depan Taman Makam Pahlawan. Gilak!
Terus ada lagi kejadian di gereja. Kemarin gue misa Rabu Abu di gereja, kebetulan ambil jam yang paling malam (19.30). Gue udah duduk sama nyokap sebelahan dan bangku gereja itu kan di bagian tempat duduknya ada semacam kotak-kotak pembatas yang menunjukkan satu kotak itu ya buat satu orang. Tiba-tiba ada segeng ibu-ibu masuk dan bermaksud duduk di sebelah gue. Mereka berempat sementara di situ cuma ada space untuk tiga orang. Eh.. yang satu maksa loh, padahal di bangku-bangku bagian depan masih ada banyak tempat kosong (yang kalau mau ditempati ya gak bisa berempat sekaligus berderet tapi satu-satu diseling orang lain). Ini ibu maksa banget sampai gue yang udah duluan di situ duduk setengah pantat. Akhirnya gue ngomong ke nyokap untuk minta duduk pisah gue di bangku depan. Sepertinya si ibu itu dengar, langsung deh dia bisik-bisik ke temen-temennya trus pindah duduk di depan. ckckckck...
Memang sih hal-hal tersebut hanya kejadian sehari-hari di kota-kota besar. Gue gak tau apakah kejadian juga di tempat lain. Tapi budaya maksa ini sepertinya memang ada. Bahkan sistem di pemerintahan kita aja maksa. Mau menerapkan demokrasi tapi negara belum sejahtera dan masih miskin ckckck.. mana bisa berhasil. Syarat utama demokrasi kan kesejahteraan rakyat dulu.
Tapi kalau dilihat-lihat lagi permasalahan utama dari budaya maksa yang gue cerita tadi sepertinya ada di kependudukan deh. Orang Indonesia kesejahteraan dan pendapatannya masih rendah tapi pada maksa bikin anak banyak dan gede-gedean keluarga. Duh.. terang aja ya kendaraan umum penuh -___-a Belum lagi Jakarta yang udah penuh ini masih ditambah banyak orang berurbanisasi.. makin penuuuhhhh... Lebih parah lagi, satu orang beli kendaraan satu. Nggak ngerti lagi deh... x.x
Gue selalu mengidam-idamkan negara sepi kayak di Skandinavia atau negara tertib tidak maksa seperti Jerman.... Lebih sehat, lebih nyaman, lebih aman, dan lebih teratur juga. Kapan ya Indonesia (atau setidaknya Jakarta dulu deh) berubah kayak gitu...
19.2.12
List of 10 Tops Must Visit Places in Germany by Me
Sebenarnya judulnya kurang tepat sih karena masih ada banyak dari 10 tempat yang menurut gue wajib dikunjungi kalau ke Jerman. Tapi nanti postingannya jadi panjang banget trus berubah pula jadi blog travel. Padahal gue cuma mau share aja sedikit tentang tempat2 yang bagus di Jerman hehee..
Oke, here they are:
1. Schloss Neuschwanstein
2. Berchtesgadener Alpen
Berchtesgaden adalah tempat impian gue buat tinggal sampai akhir hidup nanti :) Berchtesgaden adalah sebuah kota kecil (atau desa?) yang terletak di selatan Jerman berbatasan dengan wilayah Austria. Berchtesgaden dikelilingi oleh pegunungan Alpen yang dalam rangkaiannya terletak gunung tertinggi kedua di Jerman, Watzmann. Gambarnya yang di sebelah kiri ini. Berchtesgaden bukan sebuah pedesaan biasa. Ia menyimpan harta alam tak ternilai karena terletak di wilayah taman nasional. Di wilayah Berchtesgaden terdapat danau Koenigssee yang merupakan danau terdalam dan terjernih di Jerman. Tempat ini juga sangat bersejarah karena Adolf Hitler pernah membangun tempat persembunyian dan vila di wilayah ini. Tapi pada intinya tempat ini recommended karena keindahan alamnya. Masih banyak hal-hal menarik yang bisa kita temui di Berchtesgaden ini.
3. Rhein Valley
Lembah di sepanjang sungai Rhein ada di daftar nomor tiga versi gue. Di sepanjang sungai Rhein terhampar perkebunan anggur yang sudah ada sejak zaman Karl der Grosse (Charlemagne) yang menghasilkan wine yang lezat. Kastil-kastil abad pertengahan dengan setiap dongeng dan legendanya berdiri menjulang di kiri kanan sungai. Salah satu legenda yang terkenal di sungai Rhein adalah legenda Loreley. Sungai Rhein juga menjadi tempat yang penting dalam kisah Nibelungenslied. Semua pemandangan itu bisa didapat dengan berlayar menyusuri sungai Rhein dari utara ke selatan (Koblenz ke Rudesheim).
4. Saalfeld Feengrotten
Terletak di daerah Saalfeld di hutan Thuringia. Tempat ini merupakan sebuah gua besar bekas tambang mineral berupa batu bara dan lain-lain. Setelah ditinggalkan muncul mitos bahwa di gua ini tinggal bangsa peri-peri yang tak dapat terlihat. Gua ini merupakan salah satu gua terbesar di dunia dan yang pasti menurut Guiness Book World of Record tercatat sebagai gua paling berwarna di dunia. Di dalamnya terdapat danau dan mata air yang berwarna hijau kebiru-biruan. Cahaya yang masuk dari luar dan terpantul menghasilkan warna kuning emas kecoklatan yang membuat gua ini seperti berada dalam dongeng.
5. Brocken und die Hexenaltar
Urutan ke-5 adalah wilayah yang terletak di bagian tengah Jerman, terbentang dari Hesse sampai Thuringia. Pegunungan Harz yang salah satu puncaknya bernama Brocken atau Blocksberg. Pegunungan ini dikelilingi hutan misterius yang berkabut dan desa-desa tua yang konon didiami oleh para penyihir. Hutan Harz sangat berkabut hingga sering muncul fenomena alam yang disebut "Brockenspectre" yaitu semacam cahaya warna-warni seperti pelangi atau sosok bayangan yang sosok sesungguhnya tidak pernah ada. Di bagian puncak Brocken terdapat tumpukan batu granit yang disebut "Hexenaltar" karena menyerupai altar tempat para penyihir mempersembahkan sesajen atau mengorbankan sesuatu. Konon katanya pada malam St. Walpurga (Walpurgisnacht) yakni tanggal 30 April, para wanita penyihir akan terbang mengendarai sapunya untuk berkumpul di puncak Brocken dan berpesta mengelilingi api unggun besar bersama roh roh jahat yang lain. Legenda ini terdapat pula dalam salah satu karya Goethe, Faust.
6. Schloss Linderhof
Merupakan salah satu kastil yang dibangun oleh Koenig Ludwig II di wilayah Bavaria dan tidak jauh dari Neuschwanstein (tapi tidak dekat juga sampai tinggal ngesot doang nyampe). Istana ini tidak besar namun sangat indah, karena merupakan tiruan dari Versailles di Perancis versi mini. Seperti Versailles, istana ini berarsitektur klasik romanik dan dipenuhi patung-patung khas Yunani kuno dengan kolam-kolam air mancurnya yang indah. Istana ini juga dilengkapi taman-taman bergaya Perancis dengan patung-patung sejenis juga. Ruangan di kastil ini tidak banyak, namun ada satu kamar yang menjadi ruangan favorit Ludwig II dengan sebuah tempat tidur bernuansa biru muda emas yang langsung menghadap jendela besar dengan pemandangan taman dan air mancur. Romantis banget dehh... Lalu, sekalipun istana ini dibangun pada era Romantik (1800an di Jerman) ia sudah menggunakan teknologi canggih, seperti lift dan meja yang bisa muncul dari bawah lantai. Katanya Ludwig II tidak suka melihat pelayan bekerja menyiapkan makanan di depan dirinya dan berjalan ke sana kemari, maka makanan akan disiapkan di dapur di atas meja, dan setelah siap meja ditarik ke atas tepat ke ruang makan Ludwig II menggunakan sistem semacam lift. Tetapi, best feature dari istana ini adalah sebuah gua dengan danau dan perahu angsa tepat seperti dalam lukisan ksatria angsa Lohengrin di Neuschwanstein. Gua tersebut sendiri terinspirasi dari opera Tannhaeuser karya Wagner.
7. Saechsische Schweiz
Walaupun namanya berarti Saxon Switzerland, tetapi tempat ini ada di Jerman bukan di Swiss. Wilayah ini merupakan tebing-tebing berbatu yang berada di tepi sungai Elbe dan populer untuk olahraga panjat tebing. Selain panjat tebing, kita juga bisa sekedar berjalan-jalan (wandern) dan mencapai puncak tebing-tebingnya untuk melihat pemandangan sungai Elbe di bawahnya. Di daerah tersebut juga terdapat hutan-hutan dengan air terjun dan sungai kecil. Gambar di samping adalah sebuah jembatan tua yang menghubungkan puncak-puncak tebing di Saechsische Schweiz.
8. Wartburg bei Eisenach
Wartburg adalah sebuah kastil abad pertengahan yang berdiri megah di dekat kota Eisenach. Sekalipun rupanya tidak mirip, kastil inilah yang menjadi inspirasi Ludwig II ketika membangun Neuschwanstein. Kompleksnya yang luas dan memiliki halaman yang lebar di dalamnya dan dikelilingi bagian-bagian bangunan istana yang berdesain abad pertengahan digunakan untuk desain Neuschwanstein. Pada abad pertengahan, di kastil ini sering diadakan kompetisi Minnesang. Pada Minnesaenger berdatangan dari penjuru negeri untuk menampilkan puisi dan menyanyikan lagu-lagu karangannya. Yang terbaik akan mendapat hadiah berupa pernikahan dengan puteri tuan tanah pemilik kastil Wartburg, namun yang kalah dan tidak disukai tidak segan-segan dibunuh. Kompetisi Minnesang diadakan di ruangan yang disebut Sangersaal, ruangan ini juga ada di Neuschwanstein tetapi tidak pernah digunakan. Ruangan lain yang menarik adalah kolam pemandian yang digunakan para ksatria untuk upacara penobatan mereka. Kastil Wartburg inilah yang menjadi inspirasi Richard Wagner ketika menulis opera Tannhaeuser.
9. Heidelberg
Heidelberg merupakan kota pelajar yang terletak di barat daya Jerman. Universitasnya merupakan salah satu yang tertua dan tujuan studi terbaik mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Kota Heidelberg yang dilalui Sungai Neckar sudah sangat tua dan menjadi pusat turisme. Sebagai atraksi wisata kita dapat berlayar di Sungai Neckar dengan pemandangan kota tua gaya abad pertengahan di kiri kanannya. Dengan menaiki semacam kereta khusus kita juga dapat naik ke kastil Heidelberg yang telah jadi reruntuhan bersejarah. Sebelum memasuki kompleks kastil kita akan melalui Elisabethentor, sebuah gerbang yang dibangun oleh kekasih Elisabeth Charlotte, penguasa Heidelberg kala itu. Konon untuk setiap ukiran makhluk yang ada di gerbang itu dan dapat ditemukan oleh Elisabeth akan ditukar dengan sebuah ciuman dari kekasihnya. Kastil Heidelberg sudah tidak memiliki atap, sehingga ketika malam hari akan tampak bintang-bintang yang dapat disaksikan dari lingkungan reruntuhan kastil. Pada waktu-waktu tertentu di jembatan Heidelberg yang melintasi Sungai Neckar akan diadakan pertunjukan kembang api yang sangat indah.
10. Donauquelle, Schwarzwald
Donauquelle adalah sebuah mata air yang terletak di wilayah barat daya Jerman, di hutan yang terkenal dengan sebutan "Black Forest" atau Schwarzwald.
Donauquelle sama sekali bukan mata air biasa karena dari sinilah berasal sungai Donau atau Danube yang terkenal itu. Sungai Danube mengalir dari Jerman hingga Rumania dan melewati banyak negara. Wilayah Schwarzwald sendiri merupakan wilayah yang subur dan dipenuhi hutan-hutan. Wilayah ini terkenal dengan kue tart coklat dengan buah ceri yang lezat bernama Schwarzwalder Kirschetorte, yang kita kenal dengan kue Black Forest. Selain itu tempat ini juga merupakan satu-satunya wilayah di dunia yang memproduksi jam kukuk.
Nahh... itu dia daftar tempat-tempat yang wajib dikunjungi kalau ke Jerman, versi gue tentunya. Kebanyakan memang sesuatu yang tradisional, bersejarah dan bernuansa dongeng, Mungkin bagi kalian yang lebih suka wisata museum atau melihat kemodernan Jerman akan punya daftar sendiri yang sangat berbeda dari punya gue ini hehehe...
Oke, here they are:
1. Schloss Neuschwanstein
Ini gue taruh di daftar nomor 1 bukan karena gue mainstream atau terpengaruh buku-buku National Geographic Traveler dan Lonely Planet ya... Gue taruh ini di nomor 1 karena memang Neuschwanstein itu tempat terindah di Jerman yang paling wajib dikunjungi. Kastil yang terletak di wilaya Allgaeuer Alpen di bagian selatan Jerman ini bisa dicapai dengan mobil dalam waktu satu sampai satu setengah jam dari Muenchen. Kebanyakan orang hanya tahu informasi ini: kastil ini dibangun oleh Koenig Ludwig II si raja gila pada tahun 1800an (lupa juga gue persisnya kapan) dan menjadi inspirasi kastil Disneyland. Yah, kalau cuma dua alasan itu sih gak worth it dong berkunjung ke sini. Pemandangannya bagus, iya memang, tapi kalau cari kastil di atas bukit yang dikelilingi danau dan gunung sih di Eropa banyak. Ada lagi sebenarnya yang bikin ini jadi wajib dikunjungi (khususnya untuk para mahasiswa Sastra Jerman hohoho..) yang mungkin cuma bisa diketahui dari kata2 pemandu wisata dan pasti gak akan didengerin juga kalau ke sana karena udah terpesona duluan sama keindahan kastilnya. Kastil ini dipenuhi lukisan-lukisan yang diambil dari adegan-adegan operanya Richard Wagner (komposer favorit Koenig Ludwig II dan juga Adolf Hitler!). Kisah-kisah operanya itu yang wajib dilihat. Bayangkan, ada legenda ksatria angsa (Lohengrin), ksatria pencari Holy Grail (Parzival), kisah cinta paling tragis sepanjang masa (Tristan und Isolde), epik tragedi yang paling menarik (buat gue) sepanjang masa (Die Nibelungenslied). Tuh, keren kaaaaan???
Berchtesgaden adalah tempat impian gue buat tinggal sampai akhir hidup nanti :) Berchtesgaden adalah sebuah kota kecil (atau desa?) yang terletak di selatan Jerman berbatasan dengan wilayah Austria. Berchtesgaden dikelilingi oleh pegunungan Alpen yang dalam rangkaiannya terletak gunung tertinggi kedua di Jerman, Watzmann. Gambarnya yang di sebelah kiri ini. Berchtesgaden bukan sebuah pedesaan biasa. Ia menyimpan harta alam tak ternilai karena terletak di wilayah taman nasional. Di wilayah Berchtesgaden terdapat danau Koenigssee yang merupakan danau terdalam dan terjernih di Jerman. Tempat ini juga sangat bersejarah karena Adolf Hitler pernah membangun tempat persembunyian dan vila di wilayah ini. Tapi pada intinya tempat ini recommended karena keindahan alamnya. Masih banyak hal-hal menarik yang bisa kita temui di Berchtesgaden ini.
3. Rhein Valley
Lembah di sepanjang sungai Rhein ada di daftar nomor tiga versi gue. Di sepanjang sungai Rhein terhampar perkebunan anggur yang sudah ada sejak zaman Karl der Grosse (Charlemagne) yang menghasilkan wine yang lezat. Kastil-kastil abad pertengahan dengan setiap dongeng dan legendanya berdiri menjulang di kiri kanan sungai. Salah satu legenda yang terkenal di sungai Rhein adalah legenda Loreley. Sungai Rhein juga menjadi tempat yang penting dalam kisah Nibelungenslied. Semua pemandangan itu bisa didapat dengan berlayar menyusuri sungai Rhein dari utara ke selatan (Koblenz ke Rudesheim).
4. Saalfeld Feengrotten
Terletak di daerah Saalfeld di hutan Thuringia. Tempat ini merupakan sebuah gua besar bekas tambang mineral berupa batu bara dan lain-lain. Setelah ditinggalkan muncul mitos bahwa di gua ini tinggal bangsa peri-peri yang tak dapat terlihat. Gua ini merupakan salah satu gua terbesar di dunia dan yang pasti menurut Guiness Book World of Record tercatat sebagai gua paling berwarna di dunia. Di dalamnya terdapat danau dan mata air yang berwarna hijau kebiru-biruan. Cahaya yang masuk dari luar dan terpantul menghasilkan warna kuning emas kecoklatan yang membuat gua ini seperti berada dalam dongeng.
Urutan ke-5 adalah wilayah yang terletak di bagian tengah Jerman, terbentang dari Hesse sampai Thuringia. Pegunungan Harz yang salah satu puncaknya bernama Brocken atau Blocksberg. Pegunungan ini dikelilingi hutan misterius yang berkabut dan desa-desa tua yang konon didiami oleh para penyihir. Hutan Harz sangat berkabut hingga sering muncul fenomena alam yang disebut "Brockenspectre" yaitu semacam cahaya warna-warni seperti pelangi atau sosok bayangan yang sosok sesungguhnya tidak pernah ada. Di bagian puncak Brocken terdapat tumpukan batu granit yang disebut "Hexenaltar" karena menyerupai altar tempat para penyihir mempersembahkan sesajen atau mengorbankan sesuatu. Konon katanya pada malam St. Walpurga (Walpurgisnacht) yakni tanggal 30 April, para wanita penyihir akan terbang mengendarai sapunya untuk berkumpul di puncak Brocken dan berpesta mengelilingi api unggun besar bersama roh roh jahat yang lain. Legenda ini terdapat pula dalam salah satu karya Goethe, Faust.
6. Schloss Linderhof
Merupakan salah satu kastil yang dibangun oleh Koenig Ludwig II di wilayah Bavaria dan tidak jauh dari Neuschwanstein (tapi tidak dekat juga sampai tinggal ngesot doang nyampe). Istana ini tidak besar namun sangat indah, karena merupakan tiruan dari Versailles di Perancis versi mini. Seperti Versailles, istana ini berarsitektur klasik romanik dan dipenuhi patung-patung khas Yunani kuno dengan kolam-kolam air mancurnya yang indah. Istana ini juga dilengkapi taman-taman bergaya Perancis dengan patung-patung sejenis juga. Ruangan di kastil ini tidak banyak, namun ada satu kamar yang menjadi ruangan favorit Ludwig II dengan sebuah tempat tidur bernuansa biru muda emas yang langsung menghadap jendela besar dengan pemandangan taman dan air mancur. Romantis banget dehh... Lalu, sekalipun istana ini dibangun pada era Romantik (1800an di Jerman) ia sudah menggunakan teknologi canggih, seperti lift dan meja yang bisa muncul dari bawah lantai. Katanya Ludwig II tidak suka melihat pelayan bekerja menyiapkan makanan di depan dirinya dan berjalan ke sana kemari, maka makanan akan disiapkan di dapur di atas meja, dan setelah siap meja ditarik ke atas tepat ke ruang makan Ludwig II menggunakan sistem semacam lift. Tetapi, best feature dari istana ini adalah sebuah gua dengan danau dan perahu angsa tepat seperti dalam lukisan ksatria angsa Lohengrin di Neuschwanstein. Gua tersebut sendiri terinspirasi dari opera Tannhaeuser karya Wagner.
7. Saechsische Schweiz
Walaupun namanya berarti Saxon Switzerland, tetapi tempat ini ada di Jerman bukan di Swiss. Wilayah ini merupakan tebing-tebing berbatu yang berada di tepi sungai Elbe dan populer untuk olahraga panjat tebing. Selain panjat tebing, kita juga bisa sekedar berjalan-jalan (wandern) dan mencapai puncak tebing-tebingnya untuk melihat pemandangan sungai Elbe di bawahnya. Di daerah tersebut juga terdapat hutan-hutan dengan air terjun dan sungai kecil. Gambar di samping adalah sebuah jembatan tua yang menghubungkan puncak-puncak tebing di Saechsische Schweiz.
8. Wartburg bei Eisenach
Wartburg adalah sebuah kastil abad pertengahan yang berdiri megah di dekat kota Eisenach. Sekalipun rupanya tidak mirip, kastil inilah yang menjadi inspirasi Ludwig II ketika membangun Neuschwanstein. Kompleksnya yang luas dan memiliki halaman yang lebar di dalamnya dan dikelilingi bagian-bagian bangunan istana yang berdesain abad pertengahan digunakan untuk desain Neuschwanstein. Pada abad pertengahan, di kastil ini sering diadakan kompetisi Minnesang. Pada Minnesaenger berdatangan dari penjuru negeri untuk menampilkan puisi dan menyanyikan lagu-lagu karangannya. Yang terbaik akan mendapat hadiah berupa pernikahan dengan puteri tuan tanah pemilik kastil Wartburg, namun yang kalah dan tidak disukai tidak segan-segan dibunuh. Kompetisi Minnesang diadakan di ruangan yang disebut Sangersaal, ruangan ini juga ada di Neuschwanstein tetapi tidak pernah digunakan. Ruangan lain yang menarik adalah kolam pemandian yang digunakan para ksatria untuk upacara penobatan mereka. Kastil Wartburg inilah yang menjadi inspirasi Richard Wagner ketika menulis opera Tannhaeuser.
9. Heidelberg
Heidelberg merupakan kota pelajar yang terletak di barat daya Jerman. Universitasnya merupakan salah satu yang tertua dan tujuan studi terbaik mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Kota Heidelberg yang dilalui Sungai Neckar sudah sangat tua dan menjadi pusat turisme. Sebagai atraksi wisata kita dapat berlayar di Sungai Neckar dengan pemandangan kota tua gaya abad pertengahan di kiri kanannya. Dengan menaiki semacam kereta khusus kita juga dapat naik ke kastil Heidelberg yang telah jadi reruntuhan bersejarah. Sebelum memasuki kompleks kastil kita akan melalui Elisabethentor, sebuah gerbang yang dibangun oleh kekasih Elisabeth Charlotte, penguasa Heidelberg kala itu. Konon untuk setiap ukiran makhluk yang ada di gerbang itu dan dapat ditemukan oleh Elisabeth akan ditukar dengan sebuah ciuman dari kekasihnya. Kastil Heidelberg sudah tidak memiliki atap, sehingga ketika malam hari akan tampak bintang-bintang yang dapat disaksikan dari lingkungan reruntuhan kastil. Pada waktu-waktu tertentu di jembatan Heidelberg yang melintasi Sungai Neckar akan diadakan pertunjukan kembang api yang sangat indah.
10. Donauquelle, Schwarzwald
Donauquelle adalah sebuah mata air yang terletak di wilayah barat daya Jerman, di hutan yang terkenal dengan sebutan "Black Forest" atau Schwarzwald.
Donauquelle sama sekali bukan mata air biasa karena dari sinilah berasal sungai Donau atau Danube yang terkenal itu. Sungai Danube mengalir dari Jerman hingga Rumania dan melewati banyak negara. Wilayah Schwarzwald sendiri merupakan wilayah yang subur dan dipenuhi hutan-hutan. Wilayah ini terkenal dengan kue tart coklat dengan buah ceri yang lezat bernama Schwarzwalder Kirschetorte, yang kita kenal dengan kue Black Forest. Selain itu tempat ini juga merupakan satu-satunya wilayah di dunia yang memproduksi jam kukuk.
Nahh... itu dia daftar tempat-tempat yang wajib dikunjungi kalau ke Jerman, versi gue tentunya. Kebanyakan memang sesuatu yang tradisional, bersejarah dan bernuansa dongeng, Mungkin bagi kalian yang lebih suka wisata museum atau melihat kemodernan Jerman akan punya daftar sendiri yang sangat berbeda dari punya gue ini hehehe...
17.2.12
And Finally I Only Have to Open My Heart..
Berhubung belum jauh-jauh dari Hari Kasih Sayang (yang sebenarnya gak bener-bener gue rayain juga, bukan karena budaya Baratnya tetapi karena setiap hari sudah terasa Valentine buat gue, cieilaaahhh...), jadi gue mau curcol dikit soal Liebe.
Beberapa hari lalu gue sempat melakukan perenungan, ya semacam flashback tentang kehidupan cinta gue sejak yang pertama sampai yang sekarang. Kalau ditotal udah lumayan banyak juga orang yang gue "ekele"in dan yang meng"ekele"kan gue. (Hmm.. ekele itu bahasa ciptaannya temen gue, Abeth, yg artinya kira2 menggebet/suka, jadi kalo ada kata "ekele" artinya gebetan ya). Ekele gue dari yang pertama sampai yang sekarang tujuh. Satu di antaranya persis seperti impian gue, tapi di antara tujuh orang itu nggak ada yang sampai jadi. Di samping itu ada beberapa orang yang ngekelein gue juga (yang dalam waktu bersamaan gue sama sekali nggak mengekelekan mereka) tapi ada 2 yang jadi.
Sebenarnya untuk ukuran zaman sekarang gue terbilang agak telat mengalami yang namanya pacaran pertama kali. Kalau rata-rata orang udah pernah coba di SMP atau SMA, gue baru nyoba pas kuliah. Pas SMP kepentok aturan nyokap dan waktu SMA gak punya pemandangan karena di sekolah homogen. Jujur aja gue dulu sempat desperate juga kenapa kok teman-teman gue banyak yang suka atau berhasil jadi sama ekelenya sementara gue enggak. Banyak teman gue yang abis putus pasti ada aja yang gandeng lagi sementara gue jadian aja belom. Kata siapa gue gak pernah Upe (Usia Panik)? Nah tapi gue selalu punya senjata: gue menghibur diri dengan menyakinkan kalau jodoh gue emang bukan dari Indonesia tapi gue harus merambah dunia internasional yang memang gue impikan dari dulu. Emang sih kriteria gue ketinggian, secara fisik gue prefer orang Jerman, Slavia atau Skandinavia (ingat, bukan sekedar bule! tapi ada preferensi bangsa), secara karakter gue maunya yang jujur, setia, sabar, pengertian, romantis, lebih pintar dari gue, punya sifat kaya ksatria2 zaman Mittelalter dan belum pernah melakukan *piiiiiip* (yakali ada orang Jerman, Slavia atau Skandinavia yang kaya gini secara rata2 orang sana 13 tahun udah itu). Nah ketinggian kan, tuh??
Setelah beberapa kali gagal dengan ekele lokal gue gara-gara macem-macem alasan yang gue gak ngerti akhirnya gue merambah dunia internasional dengan ikut Deutschcamp. Di sana gue punya ekele orang Jerman, tinggi, cakep, pinter dan baik hati bernama Till Langrehr hahaha... eh sayangnya dia boro-boro ngelirik gue ternyata dia udah punya cewek pula. Yah, sedih deh... Dan jujur aja gue emang gak begitu dekat sama dia sekalipun gue udah berusaha sepertinya dia memang gak tertarik. Setelah dia gue sempat kenalan juga dengan beberapa orang Jerman yang menurut gue menarik via internet tetapi sepertinya mereka juga gak tertarik sama gue. Gue pun jadi desperado lagi dan berpikir jangan-jangan orang luar pun gak tertarik sama gue, apalagi setelah temen gue si Maya bilang muka gue terlalu cakep (huekkk narsis) buat orang bule yang biasanya seleranya sama muka mbak-mbak. -____-a
Akhirnya gue mulai berpikir, kalau gue terus-terusan berharap nemuin orang sempurna kaya kriteria gue itu kapan gue belajar menjalin hubungan. Apalagi sampai sekarang belum ada Praktikan ganteng yang masih muda dan mengajar di jurusan gue. Oke taruhlah gue baru jadian waktu gue udah di Jerman (paling cepat ya S2 dan itu kira2 umur gue udah 22-23 berarti 2 tahun lagi udah sampai usia ideal menikah). Saat itu pasti gue udah dikejar-kejar umur dan gak mungkin berlama-lama lagi pacaran kan? Sementara gue gak pengalaman pasti masih bego ini itu dan kekanak-kanakan, gimana caranya tuh orang bisa tahan? Sejak saat itu gue berpikir untuk pakai prinsip "carpe diem". Gue mulai berefleksi kenapa sampai kuliah belum jadian. Apakah gue tipe yang tidak disukai? Ternyata tidak juga, tapi kebanyakan orang yang mengekelekan gue itu langsung gue tepis dan usir karena jelas udah gak sesuai dengan kriteria gue. Gue gak pernah mau kenal dan lihat mereka lebih dalam lagi, gak cuma sekedar "kelokalannya" dan beberapa sifat minus yang membuat dia gak perfect dan dicoret dari daftar gue. Gue sombong banget berasa kaya putri bangsawan yang semuanya harus sempurna. Ya jelas aja gak ada yang jadi. Apalagi dengan orang-orang itu gue semacam membangun tembok tinggi dan pasang tulisan dijidat "gak mau didekati sama orang selain Jerman, Slavia atau Skandinavia".
Prinsip "carpe diem" itu sendiri bukan berarti jadian sama semua orang yang ngekelein gue, tapi lebih pada berpandangan realistis dan gak perlu lihat yang jauh-jauh kalau di sini sudah ada. Buat apa ngejar orang yang gak jelas bakal ada atau tidak, atau yang gak suka sama kita sementara di dekat kita ada seseorang yang benar-benar menyukai kita dan menawarkan hatinya untuk kita? Siapa tahu dengan kita membuka hati sedikit dan membiarkan dia mencintai kita nantinya kita akan sadar bahwa orang itulah yang sebenarnya ditakdirkan untuk jadi pasangan kita? :') (duh, bahasanya...). Biarkan aja dulu orang itu (sekalipun gak sesuai dengan kriteria kita) mencintai kita dengan caranya, dari situ kita akan sadar kok orang itu sebenarnya berarti gak buat kita, pantas gak untuk kita habiskan waktu berlama-lama sama dia. Yang sesuai kriteria belum tentu yang terbaik juga buat kita, siapa tahu nantinya kita akan lebih bahagia dengan seseorang yang sama sekali gak bisa kita bayangkan? (contohnya gue sekarang :'D). Well, sometimes God gives me not what I want but what I need, and finally I only have to open my heart, to let him to love me through his own way... :) So far I'm happier than before :D
Beberapa hari lalu gue sempat melakukan perenungan, ya semacam flashback tentang kehidupan cinta gue sejak yang pertama sampai yang sekarang. Kalau ditotal udah lumayan banyak juga orang yang gue "ekele"in dan yang meng"ekele"kan gue. (Hmm.. ekele itu bahasa ciptaannya temen gue, Abeth, yg artinya kira2 menggebet/suka, jadi kalo ada kata "ekele" artinya gebetan ya). Ekele gue dari yang pertama sampai yang sekarang tujuh. Satu di antaranya persis seperti impian gue, tapi di antara tujuh orang itu nggak ada yang sampai jadi. Di samping itu ada beberapa orang yang ngekelein gue juga (yang dalam waktu bersamaan gue sama sekali nggak mengekelekan mereka) tapi ada 2 yang jadi.
Sebenarnya untuk ukuran zaman sekarang gue terbilang agak telat mengalami yang namanya pacaran pertama kali. Kalau rata-rata orang udah pernah coba di SMP atau SMA, gue baru nyoba pas kuliah. Pas SMP kepentok aturan nyokap dan waktu SMA gak punya pemandangan karena di sekolah homogen. Jujur aja gue dulu sempat desperate juga kenapa kok teman-teman gue banyak yang suka atau berhasil jadi sama ekelenya sementara gue enggak. Banyak teman gue yang abis putus pasti ada aja yang gandeng lagi sementara gue jadian aja belom. Kata siapa gue gak pernah Upe (Usia Panik)? Nah tapi gue selalu punya senjata: gue menghibur diri dengan menyakinkan kalau jodoh gue emang bukan dari Indonesia tapi gue harus merambah dunia internasional yang memang gue impikan dari dulu. Emang sih kriteria gue ketinggian, secara fisik gue prefer orang Jerman, Slavia atau Skandinavia (ingat, bukan sekedar bule! tapi ada preferensi bangsa), secara karakter gue maunya yang jujur, setia, sabar, pengertian, romantis, lebih pintar dari gue, punya sifat kaya ksatria2 zaman Mittelalter dan belum pernah melakukan *piiiiiip* (yakali ada orang Jerman, Slavia atau Skandinavia yang kaya gini secara rata2 orang sana 13 tahun udah itu). Nah ketinggian kan, tuh??
Setelah beberapa kali gagal dengan ekele lokal gue gara-gara macem-macem alasan yang gue gak ngerti akhirnya gue merambah dunia internasional dengan ikut Deutschcamp. Di sana gue punya ekele orang Jerman, tinggi, cakep, pinter dan baik hati bernama Till Langrehr hahaha... eh sayangnya dia boro-boro ngelirik gue ternyata dia udah punya cewek pula. Yah, sedih deh... Dan jujur aja gue emang gak begitu dekat sama dia sekalipun gue udah berusaha sepertinya dia memang gak tertarik. Setelah dia gue sempat kenalan juga dengan beberapa orang Jerman yang menurut gue menarik via internet tetapi sepertinya mereka juga gak tertarik sama gue. Gue pun jadi desperado lagi dan berpikir jangan-jangan orang luar pun gak tertarik sama gue, apalagi setelah temen gue si Maya bilang muka gue terlalu cakep (huekkk narsis) buat orang bule yang biasanya seleranya sama muka mbak-mbak. -____-a
Akhirnya gue mulai berpikir, kalau gue terus-terusan berharap nemuin orang sempurna kaya kriteria gue itu kapan gue belajar menjalin hubungan. Apalagi sampai sekarang belum ada Praktikan ganteng yang masih muda dan mengajar di jurusan gue. Oke taruhlah gue baru jadian waktu gue udah di Jerman (paling cepat ya S2 dan itu kira2 umur gue udah 22-23 berarti 2 tahun lagi udah sampai usia ideal menikah). Saat itu pasti gue udah dikejar-kejar umur dan gak mungkin berlama-lama lagi pacaran kan? Sementara gue gak pengalaman pasti masih bego ini itu dan kekanak-kanakan, gimana caranya tuh orang bisa tahan? Sejak saat itu gue berpikir untuk pakai prinsip "carpe diem". Gue mulai berefleksi kenapa sampai kuliah belum jadian. Apakah gue tipe yang tidak disukai? Ternyata tidak juga, tapi kebanyakan orang yang mengekelekan gue itu langsung gue tepis dan usir karena jelas udah gak sesuai dengan kriteria gue. Gue gak pernah mau kenal dan lihat mereka lebih dalam lagi, gak cuma sekedar "kelokalannya" dan beberapa sifat minus yang membuat dia gak perfect dan dicoret dari daftar gue. Gue sombong banget berasa kaya putri bangsawan yang semuanya harus sempurna. Ya jelas aja gak ada yang jadi. Apalagi dengan orang-orang itu gue semacam membangun tembok tinggi dan pasang tulisan dijidat "gak mau didekati sama orang selain Jerman, Slavia atau Skandinavia".
Prinsip "carpe diem" itu sendiri bukan berarti jadian sama semua orang yang ngekelein gue, tapi lebih pada berpandangan realistis dan gak perlu lihat yang jauh-jauh kalau di sini sudah ada. Buat apa ngejar orang yang gak jelas bakal ada atau tidak, atau yang gak suka sama kita sementara di dekat kita ada seseorang yang benar-benar menyukai kita dan menawarkan hatinya untuk kita? Siapa tahu dengan kita membuka hati sedikit dan membiarkan dia mencintai kita nantinya kita akan sadar bahwa orang itulah yang sebenarnya ditakdirkan untuk jadi pasangan kita? :') (duh, bahasanya...). Biarkan aja dulu orang itu (sekalipun gak sesuai dengan kriteria kita) mencintai kita dengan caranya, dari situ kita akan sadar kok orang itu sebenarnya berarti gak buat kita, pantas gak untuk kita habiskan waktu berlama-lama sama dia. Yang sesuai kriteria belum tentu yang terbaik juga buat kita, siapa tahu nantinya kita akan lebih bahagia dengan seseorang yang sama sekali gak bisa kita bayangkan? (contohnya gue sekarang :'D). Well, sometimes God gives me not what I want but what I need, and finally I only have to open my heart, to let him to love me through his own way... :) So far I'm happier than before :D
23.1.12
Dongeng yang Salah Tulis
.................
Sang ksatria bertemu putri di jendela menara dan hendak dijadikan kekasihnya. Wanita malang itu pun harus melintasi hutan belantara dan nyaris tersesat di dalamnya. Ia bertemu sosok penyihir jahat dan melarikan diri dari kutukannya. Lalu ia tiba di gua misterius yang tak berujung dan dihuni seekor naga besar penyembur api. Dihunuskannya pedang dan dikalahkannya naga itu. Dengan penuh luka hasil pertempuran berlarilah ia kembali ke istana menemui sang ksatria. Harta karun sang naga dibawa dalam tangannya.
"Ksatria, inilah harta karun persembahanku padamu, bersama segala perjuangan yang nyaris membunuhku. Aku melakukannya karena aku menerima cintamu..., "
by LV~Eisblume
23.01.12
for all obstacle that i have to face, because i accepted your love...
10.1.12
Khayangan
pada ungunya langit
berseraknya putih awan-awan
cericit burung-burung pulang
canda tiupan angin pada mereka
daun yang terjatuh
kala rusak harmoni rantingnya
mencium tanah kering busuk
dipijak langkah anak Adam
tengah hutan tenang rapatnya
kesendirian menjadi luka tak terasa
semenjak daging menjelma baja,
benih serupakan buah sempurna
anak Adam dari mana berasal
kiri-kanan tak temu akar
suatu peristiwa di hulu
tak peduli dibuang mungkin
tengah hutan tenang rapatnya
kesendirian menjadi luka tak terasa
kala langit sangat ungunya
dipercik merah turun dari surga
lekuk wajahkah terbaca?
atau tubuh yang liuknya elok?
atau segala rupa perantara
mencipta sosok dewi jagad
hanya anak Adam di tengah
hutan membuatnya sendiri
seolah datangnya dewi
tancapkan sindiran padanya
dua mata yang terpana
membelalak keduanya; berbinar
penglipur kesendirian baginya tiba
tanpa mulut bisa berucap rupa
getarnya aura ketuk di hati
dari mana datangnya adinda...
cuma sedikit terusannya
dari kah..
yang...
an....
a poem by Ritter v.d.S
10.01.2012
for Eisblume..
berseraknya putih awan-awan
cericit burung-burung pulang
canda tiupan angin pada mereka
daun yang terjatuh
kala rusak harmoni rantingnya
mencium tanah kering busuk
dipijak langkah anak Adam
tengah hutan tenang rapatnya
kesendirian menjadi luka tak terasa
semenjak daging menjelma baja,
benih serupakan buah sempurna
anak Adam dari mana berasal
kiri-kanan tak temu akar
suatu peristiwa di hulu
tak peduli dibuang mungkin
tengah hutan tenang rapatnya
kesendirian menjadi luka tak terasa
kala langit sangat ungunya
dipercik merah turun dari surga
lekuk wajahkah terbaca?
atau tubuh yang liuknya elok?
atau segala rupa perantara
mencipta sosok dewi jagad
hanya anak Adam di tengah
hutan membuatnya sendiri
seolah datangnya dewi
tancapkan sindiran padanya
dua mata yang terpana
membelalak keduanya; berbinar
penglipur kesendirian baginya tiba
tanpa mulut bisa berucap rupa
getarnya aura ketuk di hati
dari mana datangnya adinda...
cuma sedikit terusannya
dari kah..
yang...
an....
a poem by Ritter v.d.S
10.01.2012
for Eisblume..
9.1.12
Permohonan
Jika suatu saat kau ingin jatuhkan aku dari ketinggian langit ini,
maka berikanlah aku awan putih nan lembut tempatku jatuh,
hingga tiada sakit terasa padaku.
Jika suatu saat nanti kau memisahkan kami,
maka terbangkan aku pada tanah impian lamaku,
hingga tak kulihat dirinya lagi,
yang akhirnya bukan milikku...
by LV~Eisblume
10.01.2012
for my fear...
maka berikanlah aku awan putih nan lembut tempatku jatuh,
hingga tiada sakit terasa padaku.
Jika suatu saat nanti kau memisahkan kami,
maka terbangkan aku pada tanah impian lamaku,
hingga tak kulihat dirinya lagi,
yang akhirnya bukan milikku...
by LV~Eisblume
10.01.2012
for my fear...
Tempat Berlari
Biar kau menulis tuk kekasihmu
Kekasihmu, namun bukan aku
Dan aku di sini kembali merindu
pada impian jauh di sana
Lembar-lembar tertulis kisahnya
Hidupnya yang panjang gelap dan terang
yang dalam kelam malam
kukagumi dengan terpejam
Tak hanya ada padanya
Kekasihku seorang lagi
Kan jadi tempat berlari
Jika kau pergi nanti...
by LV~Eisblume
22.12.11
I remember my dreams when i read your writing...
8.1.12
Red String
Many times have passed
since the last one
And I wonder why I’m
always wrong?
Each time I send my love
to someone
No one even realized...
I have been tired walking
and searching
Where is the right one, I
couldn’t find
All stories I wrote felt meaningless
Those are all not what I
want...
Old story had told me
That everyone has a
Red string connected with
the right soul
Where mine will ended?
Are you holding the end?
Cause I can feel you’re
the right one...
Have I found the red
string
Between us, you and me
Stretched and tied our
souls to be one..
Have I found the right
one
Cause no one has loved me
As beautiful as what you
have done...
Many love stories written
for me
But nothing feels right
in each of them
Then you came and fix all
the mistakes
Write a new chapter for
me...
In love at first sight
you make me believe
Such a fairy tale that I
deny
But since I’m with you
this reality
Feels lovelier than the
dreams...
Old story had told me
That everyone has a
Red string connected with
the right soul
Where mine will ended?
Are you holding the end?
Cause I can feel you’re
the right one...
Have I found the red
string
Between us, you and me
Stretched and tied our
souls to be one..
Have I found the right
one
Cause no one has loved me
As beautiful as what you
have done...
by LV~Eisblume
16.6.2011
for the inspirer..
~ Ini lirik lagu, udah lama sih bikinnya :) Terinspirasi dari cerita lama yang pernah gue denger. Konon katanya, manusia diciptakan berpasang-pasangan dan dengan pasangannya itu sesungguhnya sudah ada seutas benang merah yang mengikat dan menghubungkan keduanya. Tapi di dunia ini banyak banget benang merahnya dan ketika kita bertemu seseorang lalu menjalin hubungan dengannya maka kita sedang memeriksa, apakah ujung benang merah yang kita pegang ada pada orang tersebut. hehehe.. ada2 aja sih sebenarnya :P
30.12.11
Heidenknabe (Pemuda Padang Rumput)
Mawar kecil melihat dirinya
Sang pemuda padang rumput
Dingin dan indah bagai malam
Berlari menuju arahnya
Dilemparnya senyum bahagia
Oh, pemuda yang tampan
Pemuda padang rumput
Mawar kecil berucap:
Kuingin menusukmu dengan duriku,
Wahai pemuda padang rumput
Sang pemuda menjawab:
Takkan kubiarkan dirimu
Tanpa kupetik dahulu
Oh, pemuda yang tampan
Pemuda padang rumput
Dan mawar kecil menusuk jarinya
Sang pemuda padang rumput
Pemuda memetik dirinya
dan membawanya pulang
"T'lah kau buat diriku ingat
akan elok rupa mahkotamu
Maka kan kujadikan kau
Kekasih seumur hidupku"
by LV~Eisblume
30.12.11
inspired by Goethe's Heidenroeslein. For my love story...
Langganan:
Postingan (Atom)

