2.4.11

Pekasus Jerman: Barockliteratur

  • Zaman Barock dikenal sebagai awal mula perkembangan kesusastraan Jerman modern. Pada zaman sebelumnya (Mittelalter, Renaissance/Humanismus) kesusastraan Jerman masih dipengaruhi oleh sastra Italia dan menggunakan bahasa Latin, Althochdeutsch atau Mittelhochdeutsch. 
  • Barock berasal dari kata "Barocco" yang berarti mutiara yang tidak beraturan.
  • Istilah Barock berkembang khususnya dalam seni lukis, rupa dan arsitektur yang ditandai dengan bentuk-bentuk yang berlebihan, mewah, banyak ukiran, berwarna-warni, dll. Kemudian juga dipakai untuk sastra sesuai keadaan masyarakat pada zaman tersebut.
  • Dalam periode ini terjadi tiga peristiwa penting dalam sejarah yaitu: Reformation (1517, diawali dengan 95 Thesis Luther), Gegenreformation (usaha gereja Katolik untuk memurnikan dan mereformasi ajaran dan institusinya yang ditandai dengan bermunculannya ordo-ordo), dan Perang 30 Tahun (perang antaragama Protestan dan Katolik yang berlangsung dari 1618-1648).
  • Perang 30 tahun telah mengakibatkan kelaparan, wabah penyakit dan jatuhnya moral serta kepercayaan diri masyarakat.
  • Peristiwa-peristiwa sejarah tersebut menjadi motif dan latar belakang sastra-sastra zaman Barock.

Situasi masyarakat pada zaman Barock:
  • Sistem politik Absolutismus = raja berkuasa mutlak
  • Pusat perkembangan seni dan sastra ada di lingkungan istana (Hof), seniman-seniman disewa dan tinggal di istana serta berkarya sesuai keinginan raja.
  • Dalam berpenampilan orang banyak menggunakan wig dan pakaian mewah untuk menutupi sosok aslinya. Ada anggapan bahwa topeng lebih penting dari kepribadian sesungguhnya.
  • Kemewahan di berbagai bidang untuk menutupi kesedihan dan kehancuran akibat perang 30 tahun.

Ciri sastra pada zaman Barock:
  • Bermotif/latar belakang peristiwa sejarah, yakni: reformation, gegenreformation, 30 Jaehrigekrieg.
  • Banyak bermunculan tulisan tentang teori sastra yang berusaha menggali kesusastraan Jerman (bukan terjemahan), cth: Buch der Deutschen Poeterey karya Martin Opitz.
  • Bahasa Jerman mulai digunakan sebagai bahasa sastra menggantikan Latin.
  • Ada usaha menggali Nationalliteratur/kesusastraan Jerman
  • Masih dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran zaman Mittelalter dan Renaissance (Humanismus)
Jenis-jenis sastra pada zaman Barock:

1. Emblematik (simbol)
  • Bentuk sastra yang sangat populer di zaman Barock
  • Disebut juga Sinnbild = gambar yang bermakna
  • Terdiri dari 3 bagian: Judul/Inscriptio (pepatah yang ditulis dalam bahasa Latin), Gambar/Pictura (gambar yang menjadi elemen terpentingnya), Epigramm/Subscriptio (syair sepanjang 5-6 baris untuk menjelaskan gambar dan pepatah)
  • Contoh: Ex Maxima Minimum
2. Puisi, jenis-jenis yang populer:
  • Figurengedicht: puisi yang mementingkan kesesuaian bentuk dan isi
  • Liebeslyrik: puisi-puisi cinta, biasanya berbentuk Ode/Lied/Sonnett. Contoh Soneta yang populer:  Traenen des Vaterland karya Andreas Gryphius, tentang penderitaan perang 30 tahun.
  • Kirchenlied: Lagu-lagu gereja (dari gereja Protestan)
3. Drama
  •  Belum memiliki nationaltheater seperti Shakespeare di Inggris dan Moliere di Perancis. Masih menggunakan drama-drama terjemahan.
  • Masih menganut teori Aristoteles bahwa drama tragedi menceritakan kaum bangsawan dan drama komedi tentang rakyat jelata.
  • Wanita sudah boleh ikut main drama. Dahulu pemain tokoh wanita pun selalu pria. Ketika itu wanita masih tidak boleh keluar rumah. Maka itu berkembang Hofischetheater agar wanita tidak keluar dari lingkungan istana (karena drama dipentaskan di lapangan terbuka).
  • Jenis-jenis drama yang berkembang: 
             - Jesuitendrama: drama Katolik, berasal dari ordo Jesuit dan terkait dengan gegenreformation.
             - Martyrer- und Heiligendrama: drama yang bercerita tentang orang kudus, santo/santa
             - Schuldrama: drama yang dipentaskan di sekolah/gymnasium
             - Oper: drama yang dialognya dinyanyikan, perpaduan drama dan musik, pengaruh dari Italia
             - Komedi: drama yang berkembang dan disukai di kalangan rakyat jelata karena menceritakan kehidupan mereka.

4. Prosa, ada 3 jenis yang berkembang:
  • Hoefische-historische roman
          - penulis dari kalangan bangsawan dan menceritakan kehidupan bangsawan di istana serta absolutisme
          - ceritanya rumit dan membingungkan
          - mencampur kehidupan sehari-hari dan kejadian-kejadian sejarah
          - sangat panjang dan satu judul dapat terdiri dari beberapa jilid
          - dibaca oleh kaum bangsawan
  • Schaeferroman: bercerita tentang kehidupan percintaan tokoh-tokohnya
  • Schemelroman dan Pikaroroman: bercerita tentang kehidupan tokoh dari rakyat jelata yang dilihat dari sudut pandang rakyat jelata juga. Contoh yang paling terkenal: Das Abenteuerliche Simplicissimus karya Hans Jakob Christoffel von Grimmelshausen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar